Saturday, January 12, 2013

pilihan

hidup itu pilihan kan? sesulit apapun itu selalu ada pilihan. berjuang atau menyerah

kemaren baru aja membicarakan masalah pentingnya suatu pilihan.
ternyata menyediakan pilihan itu sama sulitnya dengan memilih.

"yang rencana itu ...."
"nanti semuanya ..."
"mereka ...."
"tapi kalo gitu ..."
"jadi gue...tanggung jawab..."
"pemimpin memanusiakan ...." 
"gue siap dibenci ... jangan ngutamain hati"
"mereka manusia .... ini krusial ..." 
"pikirin masa depan"
"masa depan gak begini"
"kita udah mengubah satu...bagian ini biar mereka"
"kita bisa ubah yang ini, kalo bisa banyak kenapa cuma satu yang diubah?"
"kita butuh..."
" ...pilihan...kita butuh mereka tapi mereka ga butuh kita"

yang jelas kemaren sangat alot. kayak kerupuk alot. kayak daging alot.
entah kenapa begitu sulit untuk memperjuangkan pilihan itu
entah kenapa gua merasa harus memperjuangkan itu
mungkin karena gua ingin keadilan
mungkin karena gua pernah menjadi korban tidak diperbolehkannya memilih
mungkin karena tidak diperbolehkannya memilih dan tidak adanya pilihan itu artinya otoriter
dan gua benci otoriter, egois
dan gua gamau ini terjadi sama yang lain 

posting ini mungkin sama aja kayak ngajak perang
tapi gak tahan,
bukan cuma nyakitin diri sendiri tapi juga nyakitin orang lain
bikin dosa terus dan ga berkah, itukah tujuannya?
niat yang baik disalahgunakan, itukah tujuannya?
karena tujuan yang baik ga akan jadi baik kalo pake cara yang ga baik 

mungkin cuma butuh keberanian dan keyakinan diri untuk menawarkan pilihan
untuk membuat satu perubahan besar
untuk membebaskan dan untuk mengikhlaskan
berterima kasih dan menawarkan pilihan
kembali mengolah amunisi yang ada seburuk apapun itu
mensyukuri apa yang ada, dan kembali bersyukur juka mendapat amunisi baru
karena bersyukur menambah nikmat dan rezeki yang ada dan akan ada

let go, move on then
karena semuanya titipan, dan jika kita belum pantas untuk dititipi apakah harus terus meminta titipan itu? apakah pantas?
kepercayaan tidak bisa diminta, tapi diberi dan dibangun
karena gua percaya kita bisa
maaf karena selalu egois ingin pilihan itu
karena udah pernah liat betapa indahnya pilihan
karena pilihan mempengaruhi dasarnya
dasar yang baik selalu tumbuh menjadi yang baik


yang egois dengan menginginkan pilihan




No comments:

Post a Comment