Friday, February 22, 2013

pembual besar

tadi abis browsing tentang FTSL yang selalu direkomendasikan
dan gatau kenapa belum tertarik dengan itu
ataupun teknik apapun

Allah ... 

terus entah kenapa bisa nyasar ke blognya teh Tuti osis Windmill

dan langsung merasa jadi manusia paling kopong di dunia 

kalo dibandingin visi misi hidup gue dan visi misinya teh tuti
kayak ngebandingin Aceng Fikri sama Jokowi
udah tau lah yang mana Aceng Fikri yang mana Jokowi

jadi untuk sekarang, gue itu:
  1. belum bisa jadi hamba yang baik buat Dia
  2. belum bisa jadi anak yang baik buat kedua orang tua
  3. belum bisa jadi diri yang baik buat diri sendiri
  4. belum bisa jadi calon penghuni surga yang baik, mendekati pas-pasan pun belum
  5. belum bisa jadi kakak yang baik buat ade gue
  6. belum bisa jadi alumni yang baik buat Winaya Lokatmala, organisasi yang membesarkan 
  7. belum bisa jadi murid yang baik buat semua guru yang pernah ngajar gue 
  8. belum bisa jadi teman yang baik buat orang orang di sekitar gue
  9. belum bisa jadi mata rantai yang cukup baik buat Rantai Emas, mendekati pun belum 
  10. belum bisa jadi elektron yang baik buat Electra, mendekati pun belum 
  11. belum bisa jadi seorang Pandawa yang baik
  12. belum bisa jadi perwakilan yang baik buat Embasis
  13. belum bisa jadi seorang SMANSA yang baik 
  14. belum bisa jadi warga negara yang baik buat Indonesia
  15. belum bisa jadi gue yang cukup baik
  16. dan masih banyak belum bisa yang lainnya  
sadar gak sih kalian kalo semua kalimat di atas gue tulis dengan kata belum bukan tidak
dan itu berarti gue bertanggung jawab untuk menggantinya dengan kata sudah, kalo gabisa, setidaknya harus berusaha terlebih dahulu  

 and here i am,
lebih banyak mengucap astghfirullah dibandingkan alhamdulillah 
merutuki diri sendiri dan keadaan yang ada
meratap namun tak kunjung bergerak 
diam, mengutuk, dan tak berubah 
 
dan tiba-tiba tersadar kalau sekarang gue adalah pembual nomor satu bagi diri sendiri, bahkan mungkin orang lain. tanpa mimpi pula  

sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya 

Allah, kalau memang begini adanya tolong beri waktu. beri waktu dan cara untuk mengubah itu semua. beri waktu untuk menuntaskan amanah yang diberikan. beri cahaya untuk memandu. agar tak cuma bisa jadi pembual yang selalu berbicara namun tak pernah bisa melakukan apa-apa. agar bisa jadi lebih berarti dan lebih bisa mengartikan. agar pintar bersyukur dan menghargai semua keadaan. agar bisa lebih sering sadar kesalahan. agar terasa indah. sekarang ataupun di penghujung nanti. agar bisa menjadi sebenar-benarnya manusia bagiMu.


sekarang melihat galura, oji, ojan, juen, dhika, saza, riha, tita, intan, mulvi, dinna dan yang lainnya. bisa dibilang gua tumbuh bersama mereka walaupun cuma beberapa tahun terakhir. melihat mereka besar, pacaran, pegat, ijit, berantem, lucu aja kalo mengenang masa lalu. melihat perbedaan mereka yang dulu dan yang sekarang. yang dulu masih suka selengean, main gajelas, sekarang malah jadi ketua organisasi dan banyak pula yang berpengaruh, memberikan arti bagi orang-orang di sekitarnya. hebat rasanya mengenal mereka dari awal.

dan gue, masih gini gini aja. tambah kopong malah. tambah tenggelam. sibuk menggali ke dalam diri tanpa bisa menseksresikan hasilnya. sibuk merecoki orang lain tapi diri sendiri aja belum bener.

dan sekarang harus benar benar berubah dan bergerak. bukan cuma diam dan meratap. 
 
semoga kalimat di atas bukan ucapan seorang pembual besar. lagi.
 

No comments:

Post a Comment