Saturday, April 27, 2013

simpati tapi tak peduli

gue akhirnya mengerti tentang orang orang yang rela menjerat nadi
tentang perasaannya, yang rela menukar kehidupan demi kelegaan sesaat
yang sudah benar benar tak tahan dan akhirnya memang tak bisa bertahan
lalu menjerat nadi adalah hal paling singkat yang terpikirkan untuk dilakukan
namun balasannya tak setimpal dengan kelegaan sesaat tersebut

bodoh
orang yang menjerat nadi itu bodoh

ga ngerti kenapa setiap keadaannya kayak gini selalu sendiri
gue yang bodoh atau memang lu yang ga peduli?
atau cuma sekedar simpati tapi ga peduli?

kamu yang membuat keputusan lalu saya yang harus memperjuangkan?
kamu yang membuat keputusan lalu saya yang harus menerima konsekuensinya?
orang bodoh macam apalagi saya ini?

kesal
ketika semuanya bertanya, semuanya ingin tahu, tapi pada akhirnya kamu cuma bertanya bagaimana saya menyelesaikan masalah. haruskah saya berpanjang lebar tapi kamu cuma bisa mendengarkan? lantas kamu mengeluh. apa bisa kamu diam tanpa harus bertanya dan mengeluh terlebih dahulu? lantas kamu bertanya harus bagaimana? memang saya tahu saya harus bagaimana?

malas
ketika kamu bilang malas dan berpanjang lebar tentang alasan kamu malas saya cuma diam tanpa komentar. ketika saya bilang malas maka kamu akan berpanjang lebar menceramahi saya kenapa saya tidak boleh malas.

inginkah saya mejerat nadi? tidak
namun ketika sudah jenuh, yang terbaik adalah kembali pulang bukan?

dan kamu seharusnya cuma diam jika hanya sebatas simpati tapi tidak peduli

No comments:

Post a Comment