Thursday, December 25, 2014

change

pada akhirnya kita akan menertawakan banyak hal.

mungkin lebih banyak menertawakan diri sendiri. tentang keluhan keluhan tak masuk akal. tentang kemalasan. tentang mimpi yang terlalu tinggi. tentang rencana-rencana yang sudah disusun sedemikian rupa namun pada akhirnya malah tidak terjadi sama sekali. tentang target-target yang terbengkalai. tentang tingkah laku bodoh yang dilakukan. tentang bersikap seolah dewasa, seolah bijak, seolah paling tahu, padahal ilmu dan pengalaman tidak sampai seujung kuku. 

mungkin tulisan ini akan saya tertawakan pada akhirnya. 

hidup itu perubahan. manusia berubah. siapa yang tidak?

manusia merupakan bagian dari fenomena geosfer -antroposfer- yang selalu bersifat dinamis. oke efek mau uas. abaikan. 

tapi serius, siapa yang tidak berubah?

lingkungan yang berbeda membuat kita berdaptasi dengan sekitar kita. menyesuaikan diri. ya, hukum alam kan adaptasi itu? sadar atau tidak sadar proses itu merubah kita entah secara baik atau buruk. bisa jadi, kita menjadi lebih serius dalam menghadapi banyak hal. atau malah kita makin menganggap dunia ini sebagai lelucon, apa apa dianggap lucu, ditertawakan, menganggap enteng akan banyak hal. menyepelekan. 

saya? saya pasti berubah. karena tiap hari temen becandaannya trio A (Alya, Aldza, Aldy) mau gamau selera humor udah sampe inti bumi dan tak kembali. karena tiap hari kerjaannya gabut dengerin dosen mau gamau jadi deadliner tiap ngerjain laporan praktikum atau apapun. dan mungkin yang terakhir, saya menjadi lebih skeptis akan banyak hal, peragu, pesimistis. 

mungkin ini yang membuat saya vakum menulis selama beberapa waktu. karena tidak boleh menjadikan tugas sebagai alasan (tugas apaan coba, pergabutan kuliah). katanya untuk menulis kamu harus berani berangan-angan. ya, ketika membayangkan saja tidak berani akan jadi apa nantinya? cuma mengikuti aliran air, yang definitely, air itu mengalir ke bawah. bukan ke atas. lalu apa? 

kadang saya rasa saya butuh sesuatu. bukan yang itu. maksudnya kayak someone that you can count on them. ya, sempat merasa sendirian. bukan sendirian secara harfiah melainkan sendirian secara ya analoginya sih kayak when you need a pair of shoes, you have a lot of them around you. they are nice and awesome but you just need something fit and comfortable. ya, ngerti kan? kadang temen itu kayak sepatu, udah jelek bulukan bau tapi makin lama malah makin terasa nyaman. 

anyway, makin lama makin merasa diri ini kecil sekali guys. what you've done is never enough for yourself but what you feel are pain and agony that makes you stop doing something which actually valuable. kadang semakin kesini, makin merasa "ini bukan gue" karena dikit dikit udah nyerah, dikit dikit udah "apabanget sih ini teh", dikit dikit ngeluh, pokoknya gue jadi pemalesan banget deh. plis jangan ditiru ya hehe. jadi ngerasa "terus sakit sakit sama nangis nangis kemaren tuh buat apa?" dan kembali yang bisa disalahkan hanya diri sendiri wgwg. 

ya, tiap ketemu dosen sebenernya (namanya Pak Danang, baday vongfong, sumpah bapaknya kece abis) selalu diingatkan, harus jadi orang berilmu yang benar benar berilmu, maksudnya aplikatif gitu ilmunya, bermanfaat buat masyarakat. 

"lulus ya kalo bisa 4 tahun. kalo lebih dari 4 tahun bukan apa apa, kalian cuma ngambil jatah kuliah ade ade kalian aja, penerus bangsa. emang ga malu ketika kalian seharusnya menjadi manusia yang bermanfaat malah mengambil hak dan kesempatan orang lain?"

ya emang bapaknya sekali ngomong langsung dasdisdasdusdesdos gitu. menusuk ke dalam jiwa raga dan sukma hati yang terdalam. walaupun yang diajarkan adalah materi tanah-tanah, mineral dan batuan yang liat materinya aja hampir pengen nangis karena jenis batu ada banyak parah haha. 

ya, intinya apa ya. gatau tulisan ini membahas apa. mungkin tentang perubahan. tentang saya yang berubah dan harus segera secepatnya kembali menemukan jalan yang tepat, yang dengan segala alasan-alasan yang ada harusnya sudah lebih dari cukup untuk membuat saya bergerak (atau malah seharusnya sudah berlari) dengan uas yang sudah di depan mata. 

tentang ya, walaupun terkadang saya merasa sendirian tapi sebenernya engga. ada jutaan orang yang sama sama berjuang untuk mimpinya. walaupun beda mimpi dan beda bentuk perjuangannya, setidaknya hal itu menghubungkan, karena yang sama sama berusaha, merekalah yang dilihat Tuhannya, menjadi sebaik-baiknya makhluk yang berguna, khalifah bumi. 

and people change. either it's their mind, their physical appearance, the way they behave, their sense of humor, the way they treat you, or whatever they are now. who cares? what you have to think is they were your comrades, and they still are. 

and how awful i am, i am who i was. just remind me whether i forgot.  

oh ya, tentang ukuran. tidak semua hal bisa kamu ukur dengan angka kan? mari mencari yang tidak bisa terukur dengan angka karena yang seperti itu biasanya justru lebih besar harganya.

satu lagi, 

baru baca Geography of Bliss dan satu kalimat ini membuat saya berpikir tentang banyak hal. tentang dunia yang tanahnya belum saya pijak, yang udaranya belum pernah saya hirup, yang bahasanya belum pernah saya dengar.

untuk menulis kamu perlu mengalami. jangan hanya menulis tapi juga pahami. 

mari berjanji untuk bertemu beberapa tahun lagi di benua yang berbeda. dengan cerita hebat yang saya yakin kalian cukup hebat untuk mengalaminya. 


wish me luck for the first semester test ya. hehe.  

Thursday, December 11, 2014

SOS

kebiasaan kan. menunda nunda. 
akhirnya yang tadinya penting-tidak genting semua tiba tiba jadi penting-genting semua. 
terus hampir bisa mendengar kata-kata kayak gini:

"kami ngasih tugas itu udah dari yang lalu dek, kenapa ga dikerjain dari dulu? kenapa ga maksimal? harus nunggu deket-deket deadline dulu baru dikerjain? kan dicicil sedikit-sedikit bisa biar ga terasa berat."

anyway, sekarang gue menelan bulat-bulat kata-kata yang pernah gue katakan di depan. iya, malu. banget. kayak buat apa sih ditempa dulu berbulan-bulan, lalu tiba saatnya menempa orang berbulan-bulan kemudian. tapi sekarang tetap saja melakukan kesalahan fatal yang sama. menunda. lalu kebakar deadline. 

terus satu lagi. 

single fighter. 

sebenarnya ga boleh. semua orang punya peran dan tanggung jawab masing-masing yang harus dijalani. iya gampang kalo teori. prakteknya? ternyata susah. ternyata seringnya keasikan berjuang sendiri karena males koordinasi sama yang lain. malas berkomunikasi. terlalu individualis. iya. penyakit emang. cuma mengajak yang itu lagi itu lagi. dan ya, sekali lagi, harusnya ga kayak gini.

eh wait. bahkan gue ga yakin gue sudah fight.

apa daya besok (eh hari ini deng) udah hari H acara dan besoknya responsi dan laporan praktikum (yang sebenernya udah bisa dikerjain dari dua minggu yang lalu) harus dikumpulin. huftina. senin ngumpulin makalah kewarganegaraan. doain ya bisa bacot bacot baik dan benar. 


semangat semuanya. 


btw kangen banget euforia sma. serius. 


Thursday, November 20, 2014

Kamu diam, lalu bosan dengan kesunyian
Kamu mencari dan ada bagian dalam diri yang rindu akan pertanyaan
Kamu menggali, namun tak ada sepotong pun pertanyaan
Yang kamu temukan hanya keinginan akan jawaban tanpa adanya suatu pertanyaan

Kamu memaksa semesta menjawab, memaksa semesta memberikan sebuah jawaban tanpa adanya pertanyaan
Semesta hanya diam, menatap padamu yang sedang merana
Kamu kembali menatap semesta, setengah memaksa karena tanpa jawaban sama dengan kekosongan
Semesta kembali diam, menggeleng lemah, menatapmu setengah bingung setengah kasihan 
Jawaban macam apa yang muncul tanpa pertanyaan?

Kamu diam, sejenak berpikir, kemudian kembali menggali hati dan ada sesuatu yang mendesak dari dalam diri

Kamu butuh jawaban

Lantas kamu merobek sunyi, mencabik-cabik waktu, namun yang kamu temukan hanya kekosongan
Kekosongan yang mematikan rasa, membutakan dan menulikan semua indera

“Baiklah, jika tidak ada jawaban maka akan kucari pertanyaan”, pikirmu
Kamu kembali menggali diri dan yang kamu temukan lagi-lagi kekosongan

Kamu heran, Kemana perginya komponen-komponen penyusun diri? Hilang kemana?
Ketika kamu merasa bahwa kamu bukan dirimu lagi, lalu bagaimana? Lalu apa?
Bagaimana bisa bagian dari dirimu pergi meninggalkan kamu tanpa pemberitahuan? Tanpa kamu perlu memutuskan? 

Kamu kembali diam, lalu bosan dengan kesunyian

Kamu memutuskan pergi, bertemankan kekosongan, bermodalkan kehampaan
Mencari jawaban tanpa pertanyaan
Mencari potongan-potongan yang mungkin tertinggal di belakang

Kamu memutuskan pergi dalam pencarian

Pencarian untuk mencari dirimu sendiri yang telah hilang 

Wednesday, November 12, 2014

selamat hari ayah

halo

selamat hari ayah

tidak banyak yang bisa disampaikan, tapi ada banyak yang bisa dijadikan doa bukan?

terimakasih, untuk laki-laki nomor satu
yang menjadikan keluarganya nomor satu

yang tiap weekend biasanya "memaksa" seluruh keluarga nonton MotoGP bareng-bareng
yang rela jemput les malam-malam sambil hujan-hujanan
yang tidak banyak bicara tapi sesungguhnya sangat peduli
yang tiap lebaran rela di belakang kemudi selama kurang lebih 15 jam perjalanan tanpa digantikan
yang tiap liburan merencanakan hal-hal baru tanpa harus diminta

yang marahnya disimpan jadi diam,
dan rasa sayangnya diubah menjadi perbuatan



"but any father would be proud of the fame achieved by one whom he had cared for as a child and educated as he grow up"- Paul Coelho


berbakti sepuasnya sama orang tua selagi masih ada. iya selagi masih ada.
karena waktu tidak pernah berbaik hati menunggu.

Monday, November 10, 2014

"sebelum kuliah niat dulu terus berdoa, ya Allah, jika ilmu yang saya dapatkan hari ini akan bermanfaat untuk orang banyak, maka mudahkanlah. berilah jalan paling baik untuk menjalaninya. aamiin"  -dosen 


karena waktu gaboleh disia-siakan dan terlalu berharga untuk disia-siakan 
karena yang berkorban pengorbanannya terlalu berharga dan tidak boleh sia-sia 
sudah masuk countdown UAS kah? sebulan lebih lagi. padahal kemaren baru selesai UTS. 
diseriusin ya, apapun matkulnya. sebodoh apapun matkulnya. se-ngeselin apapun dosennya. hehe  


karena semua ada jalannya dan ada maksudnya. 

Sunday, November 2, 2014

The Contouring

jadi gue mau cerita 

tiga hari ini gue gabisa tidur dengan tenang. tengah malem gue kebangun, menatap langit langit, menghela nafas panjang, lalu gue merenung dan meyakinkan diri bahwa semua ini pasti berlalu .... 

jadi semua ini bermula dari sebelum uts 

praktikum kali ini judulnya bikin peta kontur atau countouring, atau the countouring. buat angkatan gue ini praktikum wajib fakultas. jadi satu fakultas demam contouring. menurut angkatan gue, praktikum ini lebih seram daripada the conjuring. kenapa? kenapa oh kenapa karena gila aja lu harus bikin titik titik dengan jarak nol koma sekian milimeter, nih ya gue tekankan: NOL KOMA SEKIAN MILIMETER. gila. penggaris aja ketelitiannya cuma satu milimeter, drawing pen gue ukurannya cuma 0,5 milimeter. terus gue harus menggaris dengan mikrometer sekrup dan pake sehelai rambut yang dibagi tujuh macam shiratal mustaqim yang dicelupin tinta? kan e&. 

pas uts sih emang jam tidur berkurang cuma kan itu garagara materi uts, bukan garagara contouring. pas uts juga pikiran agak teralihkan dengan materi awan awan, angin angin, sampai teori ledakan planet. setelah uts baru contouring mengambil alih pikiran. 

awalnya sih it's okay, tapi lama kelamaan gue mulai berpikir kali ini mulai menguji kewarasan gue. gue menghitung kurang lebih seratus garis dengan ratusan titik. tidak, gue tidak bisa setelaten itu. 3 hari gue ngerjain kontur hasilnya tulang belakang gue sakit karena bungkuk terus. lalu gue istirahat dan kembali mengerjakan kontur. semakin lama gue semakin gila dan gue rasa gue sudah mulai tidak bisa membedakan mana kontur nyata dan tidak nyata. bikin kontur juga garisnya jadi penuh getaran-getaran perasaan gakuat hati ini lelah melihat garis yang rapat rapat dan menghitung semua garis :')

3 hari terakhir gue gabisa tidur karena gue mimpi garis kontur. iya. gabisa tidur garagara mimpi garis kontur.tidur efektif cuma 3-4 jam di malam hari karena seonggok tugas kontur. gue mimpi ada garis garis dan milimeter block terpampang nyata di langit langit kamar gue dan semua itu mendekat mendekat sampe menelan muka gue seperti film spiderman yang muka spidermannya ditelan lendir atau apapun itu yang warna hitam. lalu gue kebangun dan gabisa tidur lagi, tapi gue ga ngerjain dan menyelesaikan tugas kontur juga. jadi itu semua berakhir sia sia dan dan gue cuma melamun melamun tidak produktif dan membaca novel sampe subuh. terimakasih untuk berbagai pihak yang telah berkonspirasi untuk mendatangkan novel di saat saat kritis seperti ini (terutama mas mas JNE yang mengantar terlalu cepat) dan menambah distraksi untuk menyelesaikan tugas :')

oh iya, abis ngerjain kontur nonton runningman yang episode avengers kemudian ada spiderman dan jaring jaringnya, seketika itu pula gue langsung inget garis kontur. lihat tempat cucian yang bentuknya jaring jaring juga langsung inget kontur. lihat garis garis di karpet juga inget kontur. sudahlah semua hidup ini adalah garis kontur terjal dan landai yang membentuk lika-liku kehidupan~ 

kontur bikinan gue, masih ada sekitar 4 peta lagi yang harus digambar :"""

kontur bikinan temen gue, ya itu sebelum dibagus-bagusin.
garis-garisnya gila edan tak tertahankan

saking stresnya temen-temen gue memacu kreativitasnya untuk bikin sekedar lucu-lucuan tapi nyata dan menyedihkan soal "The Contouring" ini 


ea ea ea ea ea ea


anyway, welcome back to the Ular Terbang club NANCY aka ECY aka NENSEH. jangan ombre rambut plis di bojongsoang sana, kata sepupu gue yang di bandung daerah telkom sering banjir. kamu jangan khawatir nensi kamu pasti bisa berenang dan menyesuaikan diri dengan perbanjiran daerah sana. ga jauh beda sama bogor kok hahahahaha. nanti kalo gue udah lulus gue perbaiki selokan selokan sama sungai sungai di indonesia hehe.aamiin. doain aja gue tidak gila sebelum the contouring ini selesai. btw temen gue ada yang buka jasa bikin peta kontur dengan tarif 150ribu per gambar. yea bisnis bagus sih cuma gue masih pengen waras kok hehe

ecy sekarang double proffesion jadi model majalah fashion muslim
edisi keluarga besarnya 

dan sekarang mau menyelesaikan membaca novel lagi. kontur bisa menunggu walaupun ini terlalu terrorizing. 

yea, padahal laporannya belum dibikin, gaboleh terlena dengan nilai cukup karena temen gue ada yang dapet nilai laporan 19 dari nilai maksimal 100. besok ada kuis juga. doain besok lancar dan hasil uts bisa sesuai dengan yang dibutuhkan. semoga perkonturan ini selesai dengan indah mengingat gue belom bikin versi tiga dimensinya (tibatiba pengen nangis inget ini). sukses dan semangat dimanapun kalian berada. senin kamis jangan lupa puasa sunnah. jangan lupa bayar hutang puasa juga *padahal gue juga belom bayar*. jangan lupa tahajud, jaga diri dari geng bacok atau preman sejenis itu lah. jangan lupa mandi. semoga Yang Diatas menjaga kalian untuk saya dan menjaga saya untuk kalian. 

ciao!

#fyi tidak penting tapi penting sih. gue baru beli capcin aka cappucino cincau garagara baper. rasanya sama kayak di bogor hehe :') 
#masih #ujiantengahsemester edisi kewarganegaraan :""

oh ya dan ini, ade kelas gue di smansa sekarang. pose pose ala sinetron atau poster film tapi jatohnya emm yea yea aneh gitu. menyedihkan bukan? duh. 

gumi dan dias. courtesy of whoever he or she is  

Tuesday, October 28, 2014

expired (or not)

so, this is how the story begin 

setelah tiga bulan perantauan gue pulang. iya, akhirnya pulang juga. tadinya mau naik kereta, cuma ternyata keretanya nyampe Jakarta jam 2 pagi, di Stasiun Pasar Senen pula. karena kata Ayah very not reccomended for his daughter who traveled alone, akhirnya direkomendasikan untuk naik bis aja karena gue memang udah pernah naik bis sendirian dari Solo ke Bogor (tapi waktu itu nyasar ke Cileungsi, jauh banget ga sih nyasarnya).  akhirnya gue naik bis (lagi) dari Jogja ke Bogor (dengan perasaan takut nyasar lagi). pertama-tama yang gue pastikan adalah awak bis harus bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar karena yang pas gue nyasar ke Cileungsi itu, awak bisnya gabisa ngomong bahasa Indonesia dan gue pun tidak mengerti yang dia katakan. jadilah dia mengumpat-ngumpat dalam bahasa jawa dan gue ikutan mengumpat dalam hati cuma berdiam diri tak berdaya mendengar umpatannya. padahal itu awak bisnya yang salah, kenapa gue yang dimarahin? ah sudahlah ku lelah tapi Alhamdulillahnya gue berhasil pulang sehingga bisa berada disini sampai sekarang :') 

sebelum pulang ada meetup dulu sama alya, haris, sama patek. ngobrol ngobrol doang sih di UGM. haris sama patek mau daki merbabu (dan sekarang udah turun). alya teman satu fakultas, jurusan, dan kelompok yang sampe bosen uwe ketemu dia. patek di teknik mesin UGM, sedangkan haris masih berjuang buat PTNnya. yooo semangat semuanyaaa!


selama perjalanan pulang sih lancar, tidak ada kendala berlebihan kecuali playlist bis yang full Sheila On 7 yang membuat gue baper dan malah pengen karaokean tiba-tiba. rencananya sebelum nyampe rumah dan mager kemana mana, gue mau meet up dulu sama teman-teman tercinta yang alay membahana tak tergantikan. awalnya gue, agni, dea, dinna yang mau ikutan. tapi ternyata dea bangunnya kesiangan (gue gabisa bayangin hal seburuk apa yang bisa menyebabkan dea bangun kesiangan), dinna ada acara di kampus, shifa dan teh betari pun tak bisa (btw teh betari jadi super kreatif akhir-akhir ini di voice messagenya), eka dan afu ada senam ala ibu-ibu bhayangkari, ojan ada panahan, maka pada akhirnya gue membuat melarat K*C Baranangsiang  berdua doang sama Agni. yea. Ni Made Agni Febby Wulandari. D3 Akuntansi STAN. Sang Punggawa Keuangan Negara. tah peb udah gue sebutkan jabatan punggawa negara lu dengan baik dan benar, hahahaha

mata gue dan hidung agni sama menyedihkannya

disana berdua ngobrol sampe berapa jam ya? kurang lebih 3 jam lah. iya berdua doang. berasa ngedate kan. disana kita bercerita hal-hal bodoh yang terjadi di kampus masing-masing. ya, literally bodoh. tentang tanggapan gue terhadap penjual orifl*me dan teman-teman kos agni yang punya julukan udah kayak judul bukunya Tere Liye yang serial Anak-Anak Mamak. ada Sang Pemberani garagara berani ngambil kecoa di kamar agni lah, dan julukan julukan lainnya. tentang agni yang harus kembali mengulang masa jahiliyah di kampus dan tentang dosen gue yang selalu bawa peluit kemana-mana buat ngatur mahasiswanya.  pokoknya hal-hal bodoh lah. 

dan ada hal yang lebih bodoh. 

kita ngomongin pergalauan PTN dulu waktu kita masih SMA. 

wait, did I say "dulu kita masih SMA" which means "sekarang kita udah ga SMA"? 

yea, ada banyak hal-hal memalukan ternyata. gue setengah berharap kalo hal-hal bodoh yang gue lakukan dulu tidak diketahui orang banyak. tapi sayangnya ada namanya "Buku Curhat" which means semua hal-hal memalukan kita terekam disana dan omg omg omg the worst part is itu hal-hal memalukan dilihat sama ade kelas angkatan bawah. HAHAHAHA HINA! HANYUTKAN GUE KE SELAT SUNDA SEKARANG! 

masa galau galau PTN dan milih jurusan ketika lu punya target masuk PTN tertentu dengan jurusan tertentu kemudian lu ijit karena usaha dan kesulitan yang ada. pundung sama Yang Diatas karena merasa Ia tidak adil karena tidak menempatkan lu di tempat yang lu inginkan. ijit karena kenyataan tidak berbanding lurus dengan harapan. iya, sekarang udah sadar belum kalo segala perpundungan dan perijitan itu adalah stupid? 

sekarang kita boleh lihat dimana kita berdiri sekarang. bisa jadi sesuai rencana (kayak afu mau masuk Teknik Sipil Lingkungan IPB) atau melenceng jauh dari rencana (kayak aghy yang pengen jadi dokter dan sekarang malah di STAN) atau melenceng sedikit (kayak theo yang mau FKUI tapi jadinya di FK Unila)

 atau delusi bodoh dinna yang mau jadi istri Choi Siwon (yang ini gue ga yakin bakal jadi kenyataan)

dan gue menemukan hal ini di hp gue (dan beberapa masih banyak di buku catatan), mungkin sekarang udah expired (or not). 




ya, sekarang utamanya harus bersyukur soalnya udah dikasih jalan sama Yang Diatas. gue inget tiap gue berdoa dulu, gue gatau gue harus berdoa masuk mana karena gue bingung passion gue dimana. gue cuma tau gue pengen kerja di National Geographic as an editor or journalist or photographer or even scientist. gue cuma berdoa semoga dimudahkan jalannya dan diberi yang terbaik. ditambah ya itu, mimpi gue dari awal. NatGeo. 

awalnya gue diterima disini juga kayak iya iya engga engga. tapi untuk menilai sesuatu kita butuh waktu yang tidak sebentar, kita harus paham harus mengerti. kayak kalo mau tahu air, ya harus nyebur, bukan cuma di pinggir dan berharap kecipratan. kata Dee Lestari sih gitu. dunia ini ga hitam putih. ya, abu-abu pun dibenarkan. sejauh ini masih enjoy dengan materi yang diajarkan walaupun gue sampe kena cacing otak kayak menganalogikan kehidupan dengan istilah-istilah geografi. (kemaren aja pas naik pesawat, gue malah menghafal jenis-jenis awan :" )

yah, satu yang harus disyukuri dari hidup adalah tidak tertebak. manusia tidak tahu jalan hidupnya. membosankan bukan, mengetahui siapa, kapan, dan apa yang akan terjadi dalam hidup kamu? dari tulisan tulisan bodoh di hp dan buku catatan kita, tulisan tulisan penyemangat dan harapan yang malah mungkin kita tertawakan sekarang, itu bagian dari proses. proses untuk jadi apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. proses untuk mengetahui mana yang tepat mana yang tidak. manusia mungkin bisa membedakan baik buruk serta benar salah, tapi tepat dan tidak tepat? belum tentu kan? 

mungkin harapan di buku catatan itu udah expired. tapi semangatnya engga kan? someday mungkin lu akan menulis hal yang sama di hp atau buku catatan temen kuliah lu tentang hal yang berbeda namun konteks yang sama. harapan dan masa depan. iya kan? hehe

btw walaupun bodoh, gue kangen masa masa bodoh itu loh. ketawa receh ala senam teng terengteng tengtengtengteng ala aghy, perenjanghaseyoan sama mila, dan semua mua muanya yang ga kesebut disini karena post ini sudah terlalu panjang. ah kapan kita meet up? selamat berjuang di jalan masing masing ya :')

eh ya, selamat hari sumpah pemuda. semoga ga jadi bonus demografi yang sampah. hehe 

Saturday, October 11, 2014

H- jam UTS perdana

H-beberapa jam UTS 

ujian pertama Kartografi Dasar. harus baca buku dan menghafal segala macam proyeksi peta, mengerti proyeksi Mercator. tapi gue ... 


"pandai melakukan yang seharusnya tidak dilakukan"


kayak sekarang, mau ujian malah pengen pulang. 

bukannya belajar, kemaren malah pesen tiket buat pulang. 

seketika gue kangen suasana rumah. bisa dibilang, banyak bagian dari hidup gue yang hilang semenjak pindah ke jogja. bangun tanpa harus pake alarm. nonton TV seenak jidat. nyuci tinggal masukin baju ke mesin cuci terus jemur. makan gausah mikir segala budgetnya berapa, halal atau engga itu makanan, pake msg atau engga karena udah made in rumah jadi masakan rumah emang paling terpercaya. tiap sore pasti jatah gue masak air panas sama bikin teh buat seisi rumah. disini... jatah gue sore sore adalah berjuang cari makanan buat makan malam. 

gue kangen suasana bogor yang banyak angkotnya. ga harus nunggu bus yang muter muter dulu dua jam. gue kangen commuter line dan hiruk pikuk stasiun bogor walaupun gue jarang banget naik commuter line. gue kangen ayah gue yang ga pernah bosen kalo diminta jemput di depan komplek kalo malem. paling ijit dikit kalo kemaleman cuma ga pernah marah banget. gue kangen hujan yang kadang-kadang turunnya bisa 5 jam sehari. gue kangen diteriakin ibu gue disuruh ngambil jemuran kalo udah mau hujan. gue kangen polisi bogor yang ga mengharuskan orang yang dibonceng pake helm walaupun aspal bogor sama kerasnya kayak aspal jogja. gue kangen kamar gue yang jendelanya besar, bisa liat hujan, terus kalo ada angin bermacam-macam id hasil masa jahiliyah smansa berkibar-kibar. gue kangen ramenya bogor. 

disini begal berkeliaran dimana-mana. dikit-dikit bacok, yang namanya bacok beneran ya itu. gue gabisa minta jemput siapa-siapa karena siapa juga yang mau jemput gue. pulang pergi naik sepeda. kemana-mana naik bus transjogja yang muternya naudzubillah jauh dan lama walaupun tanpa ngetem. sepeda gue rusak ya gue harus bawa ke bengkel sendiri, beli sparepart sendiri. kalaupun dianterin temen masalahnya adalah gue dan dia gapunya helm buat naik motor di siang bolong. sakit gigi ke dokter gigi sendiri. kalo sakit ga ada yang ngurusin, urus diri sendiri sampe sembuh. pilek? minum neozep. batuk? neozep lagi. demam? neozep juga. neozep everywhere. sekarang harus bawa promaag kemana-mana. makan ga teratur serangan maag jadi tak terduga. dasar penyakit anak kos hahaha 

gue kangen hiruk pikuknya smansa. perhausan tingkat infiniti. tingkat freak yang sudah melebihi batas normal. gue kangen nonton lomba, suasana regen, atmosfer sipil, perjuangan sbmptn sama um. gue kangen mainan bodoh sama Syl, Liska, Dina, Febi. gue kangen kongkow gajelas di K*C padahal cuma beli gocengan. gue kangen nonton di kelas pake proyektor terus kalo film cisi anak cowoknya pada nangis, kalo horor semuanya heboh sendiri. gue kangen suasana kelas yang random. tiba tiba main gitarlah, tiba tiba main mafia-mafiaan, tiba tiba main tutup botol. gue kangen diteriakin pak bas :( , gue kangen fingerprint. gue kangen smansa dan seisinya. 

jauh dari rumah bikin gue sadar kalo rumah itu ga gampang dicari. 

rumah itu ga gampang dibuat. 

sulit untuk mencari rumah yang pas. yang menerima, yang mengerti kamu dan kamu mengerti.   

gue tau ini semua masih terlalu awal. baru tiga bulan di tempat baru dan berharap apa dalam tiga bulan ini? udah punya "rumah" baru? tempat "pulang" selama disini? sayangnya belum bisa. entahlah. mungkin karena gue cewek jadi terlalu melibatkan perasaan. terlalu membanding-bandingkan. sekarang cukup membaur dulu dengan sekitar. mungkin karena dibesarkan di wilayah yang berbeda membuat pola pikir gue berbeda juga. gue harap ini proses, sooner or later mungkin gue bisa menemukan "rumah" baru disini. mungkin. tapi gue ga berharap banyak. gatau. 




H-jam menuju UTS. 




saatnya mempertahankan apa yang telah diperjuangkan dulu waktu SBMPTN. 




saatnya memberi arti pada jarak, waktu, tenaga, dan materi yang telah dikorbankan selama beberapa waktu ke belakang. 




selamat mengejar ilmu, bukan nilai. 

Saturday, September 27, 2014

inisiasi lapangan

jadi kemaren ceritanya baru pulang makrab. ya, ternyata bukan puncaknya osjur. cuma malam keakraban. dan totally have fun there. sambil belajar kuliah lapangan. jadi kalo ga salah nanti bakal ada kuliah lapangan tiap semester minimal sekali. seru sih. engga deng, beneran seru. namanya diajarin batuan beneran megang batu beneran. namanya diajarin teori kependudukan beneran ngeliat penduduknya beneran. btw, disini belum pernah hujan. dan terus menunggu hujan. yang gatau kapan datang. dari kemaren cuma mendung mendung gajelas. hahaha

terus liat sunrise (karena mau liat sunset tapi kelewat waktunya). dan these are some pics from there. all of them courtesy of me hahaha 

bosen banget sama Alya lagi dan lagi dan lagi

geng tatar Sunda 

terus siangnya kita tracking walaupun ga sampe atas. seru, jalannya berpasir gitu akibat erupsi merapi beberapa tahun yang lalu. gabawa kacamata, lalu kelilipan sejuta kali. lalu apa ya, kayak seneng banget karena akhirnya jalan-jalan. the real jalan-jalan walaupun sama orang yang berbeda tapi seru aja gitu, fotoin orang-orang lagi tidur. nyanyi-nyanyi gajelas. rebutan makanan. bercuba ria soal dosen yang kemana-mana bawa peluit dan kita udah kayak domba-domba revolusi versi shaun the sheep yang lagi digembala sama dosen yang bawa peluit itu. tiap bunyi peluit pasti tiba-tiba langsung pada hectic. yang tadinya kebelet jadi ga kebelet lagi. gue sih yang tadinya santai, ngedenger peluit langsung bisa packing 3 menit hahaha


terbukti kalo gue paling gabisa selfie



oh iya, pas lewat medan berpasir gue ngagorolong (apalagi itu ngagorolong), kepeleset mungkin bahasa indonesianya. tapi masih sempet foto foto hahahaha





kira kira kayak gini lah waktu di lapangan 





dan ini sunrise. agak blur karena foto yang gue upload salah. cuma karena keterbatasan internet jadi yang ini aja ya. liat warnanya aja, bagus sih menurut gue. gradasinya bikin gamau pindah dan betah banget liatin ini sambil duduk berjam-jam hehe





lalu satu hal. rindu. iya sangat rindu. cuma kabar lewat line kalo lagi ada regen. kemaren ada yang ngehubungin gue kalo dia perwakilan osis, ya ampun udah tua banget gue. rindu sama sekolah yang sederhana, kelewat kecil malah, sekecil kotak sabun. tapi orang-orangnya luar biasa. rindu. rindu, rindu. bukan kangen lagi, rindu. 

seneng banget waktu dapet kabar beberapa temen yang lolos flight academy. temen gue udah dapet jalan buat mimpinya dan itu sangat amazing. ketika kita sudah berusaha dan Dia bilang "yes, you are in the right path". sesuatu yang wow dan moodbooster banget di tengah-tengah tumpukan laporan praktikum. 

pokoknya, semangat mengejar mimpi semuanya. satu hal yang gue dapet waktu obrolan santai sama temen gue di siang bolong, jangan sampe mimpi kamu jadi mimpi yang ga bertenaga. sebutannya aja udah mimpi, apalagi ga bertenaga. kamu cuma mengkhayal lalu membual. 

ayo, bareng bareng ke puncaknya. apapun mimpi kita, selama usahanya bareng-bareng walaupun dalam konteks yang berbeda kita masih dalam ruang yang sama kok. masih dalam frekuensi yang sama. jadi, jangan sendirian. jangan menghilang lalu tiba-tiba muncul lagi. lebih seru kalau berlumuran lumpur dan tanah bersama-sama. karena serunya hidup adalah cerita dari usaha dan hasil, bukan cuma hasil yang tiba-tiba ada. 




jadi, jangan sampe mimpinya ga bertenaga.

Sunday, August 31, 2014

short trip

jadi ceritanya ada tugas social project gitu. terus kelompok gue memutuskan untuk membersihkan malioboro. iya, jalan malioboro itu loh.terus disana malah banyakan jalan jalannya. hahaha 

tadinya gue mau naik sepeda kesana. taunya pas dicek di google map itu jaraknya kurang lebih 5 km. 5 km pergi sih gapapa. gue takut gue gakuat gowes pas pulangnya. belom nyasar nyasar segala rupa. terus seperti biasa teman teman menawarkan boncengan. tapi karena di jogja kalo boncengan naik motor harus pake helm dan gue cinta lingkungan padahal gue gapunya helm buat nebeng  jadilah gue naik transjogja. lagian gue penasaran sama transjogja, lagipula katanya kalo mau kenal daerahnya usahain naik angkutan umum, pergi ke pasar, dan pergi ke tempat tempat umum. jam 9 gue naik sepeda ke halte terdekat abis itu beli tiket single trip. sebenernya kalo kata gue naik transjogja mirip naik commuter line. jauh deket tarifnya sama aja. mau lu muter muter 10 km sama cuma pindah 1 halte sama aja bayarnya 3000 rupiah. gue belom pernah naik transpakuan sih kalo di bogor jadi gatau sistemnya. alay kan belom pernah naik transpakuan hahahaha. pernah sih tapi waktu itu ga pernah bayar dan gratis, rutenya cuma bolak balik sempur-asrama griya nusa bangsa-balaikota jadinya gatau rute aslinya. hehe 

disana ya gitu, mungutin sampah, bantuin orang nyeberang jalan (jelas yang bantuin orang nyeberang jalan bukan gue soalnya gue aja nyeberang jalan masih suka keserempet gimana nyeberanin orang), dan lain lain. terus disana ternyata ada semacam istana negara juga yang dipake waktu ibukota Indonesia masih di Yogyakarta. arsitekturnya biasa aja sih, ga ada yang unik. ga ada rusa kayak di Istana Bogor/ gue mau masuk tapi ga ada penjaganya. lagian gaboleh sembarang orang bisa masuk. jadi merasa beruntung pernah tugas di Istana Bogor. boleh masuk, gogoleran di karpet, ngerecokin dapur istana, dikejar rusa (padahal ini lagi pake PDU yang putih putih), jadi tour guidenya orang inggris. make wcnya Ibu Negara. hahahahhaha. bayangin gue pipis di tempat elit. bayangin gue pernah make wc yang sama kayak istrinya presiden! absurd banget hahahaha 

back to topic, kira kira transjogja kayak gini. 


crowded. tapi ac-nya masih kerasa sih. plus lagu campursari

oh iya, pas lagi nunggu bis dateng kan gue berdiri di depan haltenya. terus gue liat ada ibu ibu yang nyuruh anaknya pipis di trotoar jalan. anaknya perempuan. ga dicebokin abis itu. maksud gue apa susahnya sih cari toilet buat anak sendiri. ga lagi macet juga dan ada banyak toilet tersebar di daerah tersebut. itu juga daerah wisata kok pasti ada toiletnya. bayangin anaknya pipis di pinggir jalan banget, banyak orang lewat, dan jalan itu emang dilewatin orang banyak. di foto yang dibawah oknum ibu lagi duduk santai di kursi taman abis nyuruh anaknya pipis di bawah kursi. kapan indonesia bisa maju dan sehat kalo di yogyakarta yang banyak toilet aja ada ibu yang nyuruh anaknya pipis di pinggir jalan?
oknum ibu di kursi taman

 terus ini gue dan ciwi ciwi di depan yang semacam istana negara


fotonya minta dibikin meme banget 

terus gue ke pasar buku. iya pasar, bukan toko. ternyata lengkap banget. gue beli lanjutannya Bumi Manusia-nya Pramudya Ananta Noer (gue post biar agni envy). sama nemu ini, buku ajar kuliah huftina mahal banget. harganya yang second dan udah ketumpahan kopi 150rb! gue ga beli karena cuma kepake 1 semester dan bisa download ebook.  

liat ini langsung mau skip fisika aja

oh iya, berhubung fakultas gue banyak kegiatan lapangan jadi sekarang ada latihan fisik gitu. biasanya sore sore jogging di GSP. lumayan satu putaran sekitar 800 m mungkin. dan sehabis jogging gue melihat sesuatu yang indah. yang membayar napas gue yang udah seperempat seperempat pas jogging. ini yang bikin gue jatuh cinta sama sore. langit.



sesaat bikin gue lupa kalau gue selalu mempertanyakan kenapa gue disini. bikin gue lupa kalo gue jauh dari rumah, orang tua, dan temen temen. bikin gue lupa kalo gue sangat ingin pulang. bikin gue yakin kalo gue serius disini gue bisa melihat Aurora Borealis disana. membuat gue merasa dekat dengan yang jauh karena langit yang kita lihat sama. iya, berlebihan mungkin. tapi jujur pada saat melihat ini gue banyak berdoa, semoga kalian semua baik baik saja.

temen kuliah gue (dan kebetulan kita satu jurusan dan satu kelas) cerita, dia minder kuliah gara gara ada yang udah olimpiade nasional bahkan internasional di jurusan kita. dia takut gabisa nyaingin. dia takut "tenggelam" di antara yang lainnya. "tenggelam" dan tak terlihat. dia merasa sampis. terus gue pikir gue juga gapunya modal apa apa. masuk sini modal keberuntungan dan takdir (karena diterima di pilihan ketiga). niat masuk sini juga bisa dibilang ga niat sama sekali. tapi gue gaboleh mendzalimi temen gue yang masuk sini makanya harus bertahan. dan ini yang gue pikirkan:

cepat atau lambat, dengan nilai yang baik atau tidak, gue harus lulus. maka pilih yang cepat dengan nilai yang baik. tempa diri sendiri, pasang target tinggi. berikan perlawanan terhormat dengan usaha terbaik. disini kan buat belajar, untuk ditempa biar "jadi". kalau sekarang sampah ya makanya disini ditempa biar ga jadi sampah. proses emang ga mudah, tapi kan emang harus dijalani? mau gimana lagi? cara terbaiknya berdamai dengan takdir dan menikmati proses.

Q: pasang target tinggi? kalo ga tercapai kan sakit? kan capek ngejarnya.
A: sakit sih, tapi kan berkembang. yang penting ada progressnya. iya capek. tapi lebih capek menjelaskan kenapa kamu ga mau berkembang dan mencoba daripada menjelaskan kenapa kamu gagal, lebih sakit ketika menjelaskan kenapa kamu ga pernah mencoba. lebih malu ketika menjelaskan kenapa kita ga mencoba.

malu. yang seharusnya jadi penggerak malah tunduk dibawah rasa takut, gengsi, dan malas.by the way, ini jadi ngaca sendiri. hahahaha







selamat memberikan perlawanan terhormat terhadap nasib 

Sunday, August 24, 2014

rantau

hai, 

gue boleh bilang gue perantau kan? since keluarga besar gue di solo kok, yah walaupun ada pakde gue yang di jogja tapi kan jauh dari sini. gue ngekos juga hahaha

seminggu pertama sih homesick parah. mungkin emang karena ga ada kerjaan sedangkan temen temen yang lain masih di bogor dan ngadain farewell gitu. lah gue cuma gogoleran di kasur, ngabisin jatah nyasar di jogja pake sepeda. fyi gue pernah mau naik sepeda ke suatu tempat dan gue nyasar 5 km. gila, rasanya mau nyewa pick up aja, sekalian bawa sepeda ke rumah. 

disini manggil kakak tingkat pake kata "mas" dan dia manggil kita pake sebutan "dek". mungkin bagi mereka biasa tapi buat gue ini berasa punya banyak calon suami.

kakak tingkat:
"mas, maaf snacknya kurang dua"
"loh kamu belom dapet dek? sebentar diambil dulu"
*gue getek sendiri*

teman laki laki:
"kamu darimana asalnya?"
"gu.... aku dari bogor"
*gue kembali getek sendiri*
"mbogor?"
"IYAAA, B-O-G-O-R. gapake m depannya"

btw gue udah ketemu anak smansa 3 kali minggu ini. salah satunya di fahutan. skenarionya gini:
"TAN LU UDAH NGISI KRS?" *teriak teriak macam di rimba belantara*
"udah sih, tadi malem gue online. lu udah?"
"belom siah"
"gue sih udah"
*temen gue mengumpat dengan suara ekstra keras*

gue sih biasa aja, masalahnya satu fakultas ngeliatin kita berdua. terus gue cuma ketawa. abis itu pas lagi makan siang, ranting pohon segede paha orang dewasa jatoh tepat di sebelah gue. fix ini namanya dilaknat leluhur jokowi. fahutan makin angker garagara adirogo.

ya, culture shock gini gue gatau lagi.

terus udah mulai pra PPSMB PALAPA (ospek universitas) dan PPSMB GEOSPACE (ospek fakultas). yah, semenjak pra perospekan gue mulai punya kerjaan. ngumpul bareng kelompok. mulai punya teman cuba. ngumpul bareng pemandu yang kata gue mukanya kayak anaknya sule. mulai nanya nanya di jogja harusnya bersikap seperti apa. kayak apa. mulai kenalan sama temen temen. mulai belajar bahasa jawa. yaaah, pokoknya mulai punya kesibukan supaya ga homesick hehe

tugas ospeknya, yaah ga jauh jauh dari essay sih. cuma kalo di fakultas gue uniknya waktu pertama kali kumpul kita cuma dikasih tau titik koordinatnya doang. kayak 7,743874 south 6,938493 east. cuma kayak gitu doang. untung ketemu tempatnya dimana hahaha, kalo salah tempat masalahnya anak orang yang gue bikin nyasar

terus yah mirip mirip kayak regen smansa sih, lebih ringan malah. tapi ya ngerjain tugas sampe malem. kalo gasalah buat ospek hari kedua fakultas gue tidur jam 3 pagi. mau gimana lagi tugas essay nambah 4 hahaha~

nih teman teman baru dan bau. kerjaan kalo ga makan, tidur, main, cuba. ngecengin orang lah, ngelucu ngelucu gajelas selera humor rendahan. fyi di ugm ilmu komputer masuk fmipa. terus temen gue ada anak ilkom dia ga rela banget ilkom masuk fmipa. cita citanya adalah memerdekakan ilmu komputer menjadi fakutas tersendiri. disini banyak anak yang mukanya kayak sedikit luar negeri dan banyak kecina-cinaan tapi ngomongnya medok jawa banget. bikin menara dari kardus bekas snack, tugas wirausaha malah bikin biro jodoh, gitu deh mesti ada ada aja. yang ini teman ospek univ. oh iya yang dari bogor ada aryo (tapi dia sma nya di tarnus), gue yang kece membahana, sama ines anak chibinong.





yang ini baru selesai inagurasi tadi, dijemur 3 jam di GSP

terus lanjut ke ospek fakultas. nah ini dia teman teman yang lebih cuba. ada orang padang, palembang, sampe kalimantan. gue sebutin deh namanya supre sang ketua jongos, dawan, wawa, azis, furqan, bandi, faiz, anwar, bella, chandra, safira, nabila, eline, brada, sandra, tania, iza, vianka, dan devi. pemandunya mas bima yang tulisannya sangat buruk rupa, dan mba putri yang sudah membahana ke jepang. mereka teman mengerjakan tugas till die. di perpus ngoprek sejuta buku, jurnal, sama tesis cuma buat nyari daftar pustaka doang. di warnet sampe jam 10 malem ngerjain karya tulis. sampe ada yang maag akut tapi gabilang bilang gitu terus tiba tiba udah tepar. kita semua pelupa banget sampe dapet award kelompok terlupakan. lupa temen satu oranglah, lupa udah ngerjain tugas atau belom, lupa naroh tugas dimana. lupa terus deh pokoknya. ini kayaknya temen berjuang 4 tahun ke depan. minggu depan kita udah ada tugas pengabdian masyarakat aja, katanya sih mau bersihin pantai biar sekalian jalan jalan dan touring. katanya sih gitu gatau deh wacana atau engga. 


belom full team





ini tugas sih, belom semua hehe

harusnya sih ada foto sama mas mas dan mbak mbak pemandu yang lovable sekali itu. sama foto angkatan juga, cuma gue lupa naroh filenya dimana. pokoknya doain aja ya semoga gue betah disini, semoga kalian juga betah di lingkungan kalian masing masing. sukses bareng semuanya! gue baru liat film kelas yang buat RE Awards terus langsung kangen pengen pulang gitu. apa kabar regenerasi adik adik tersayang. pokoknya kangen hehe 

ini konfigurasi Garudanya Gamada 2014 nih. 3 jam dijemur sampe kering hahaha (padahal mah dulu sehari bisa 10 jam dijemur kek gini, sambil berdiri pula)


pokoknya gue di keteknya garuda aja, kebagian warna kuning



udah ya segitu aja. makasih loh nyempetin baca. ga esensial padahal. semangat masih ada ospek jurusan wkwkwkwkwkwkwkwk




btw UGM Bogor masih ditunggu kabar meet upnya. wacana aja terus hahaha

Saturday, August 16, 2014

tahun kedua

setidaknya satu sore saya pernah dihabiskan bersama kalian.

melihat matahari terbenam sembari berkata tugas telah terselesaikan.

terimakasih, telah membuat salah satu senja saya menjadi indah dan punya makna.

selamat tahun kedua Sadewa. tetap jadi senja yang indah. menutup dengan indah. melepas dengan indah.










tetap aneh dan kece ya membadai dimana mana.








tertanda,

yang sedang rindu hujan karena jauh dari kota hujan
pager paling cerewet
pojok kiri belakang Sadewa
yang 17 Agustus 2014 sendirian di Jogja

Monday, August 4, 2014

tersesat

mungkin gue tersesat.

"apa bego"
"fak amat" dan cuma dijawab "HAHAHA"
"tan, mulut barokah amat siah hamdalah"
"KAMPRET"
"sakali pan"
"apa lu teh"
"lu lemot amat sih"
"tua"
"kan bolot kan"
"t*l*l"
"BODOH"
"sampis amat"
"sampah siah lu semua" 
"mikir makanya"
"otak dimana otak"
"wtf"
"anjir"
"anjas"
"parah amat"
"dengerin gue dulu anjas"
"alay"
"bacot lu"
"bacot amat"
*cuba*
*cuba*
*cuba*

dan semua orang yang mendengar kata kata diatas, rata-rata responnya cuma ketawa atau mengumpat balik.

gue gatau. kenapa. gue. sangat betah. dengan. keadaan. seperti. ini.

mungkin gue tersesat. tapi ini yang bikin gue gamau pergi.

yang jelas di tempat gue kuliah nanti kalo gue ngomong "eh kampret dengerin gue dulu", gue langsung diarak keliling kampus. dibakar. gapunya temen. forever alone.

entahlah. mungkin emang mindset gue yang berbeda atau gimana. kalian juga merasa atau saya saja? semoga bisa cepat menyesuaikan.

semoga.

Saturday, August 2, 2014

lebaran

gue jarang nyeritain sepupu sepupu gue ya. 

yaudah kenalin deh keluarga besar gue. ada banyak. 

hampir setengah dari sepupu gue sudah berkeluarga. kemaren kemaren rumahnya sepi garagara ga ada anak kecil. tiba tiba semua udah besar dan asik main tapi ga teriak teriak. sekarang banyak anak kecil. seru banget. main kejar kejaran. ada yang nangis kalo jam 2 malem. terus gitu deh pokoknya makin seru.  

belum full team

keluarga gue itu seru. 

dan hampir semua absurd. 

ada mba gue yang kalo mandi lamanya pake banget. terus kalo mau mandi kan harus ngantri dulu, jadi semua orang protes kalo mba mandi duluan. kalo mba udah ngantri duluan pasti kita serobot dulu supaya ga perlu nunggu mba selesai mandi. curang sih, tapi seru kok nyerobot antrian kamar mandi. 

terus kalo lebaran kita ngumpul. momen setahun sekali yang ga boleh dilewatin. walaupun harus macet macetan via pantura, merasakan hacepnya radio indramayu, yaa Insha Allah worth it lah. 

tiap lebaran biasanya kita suka jalan jalan let's get lost gitu. mungkin emang dasarnya gabisa diem di rumah (dan sayang juga sih udah jauh jauh dan cuma diem di rumah doang) makanya kita suka jalan jalan ke tempat aneh. ga aneh juga sih, tapi biasanya kita pergi dari pantai langsung ke gunung. cuma tahun ini sempetnya cuma ke pantai doang. pantainya tapi yang masih sepi. sumpah gue disana dari sebelum Ashar sampe Maghrib dan orang yang dateng bisa diitung pake jari. sepi banget. airnya masih bening. seru buat tempat semedi. engga lah gue ga semedi. cuma betah aja duduk di atas batu yang tinggi sampe 2 jam. cuma liatin ombak, langit, sama ikan. iya dong, saking beningnya, ikannya pada keliatan dari atas karang. padahal cuma segede upil. 

here are some pictures. 

itu ikan ceritanya hasil mancing, padahal beli di pinggir jalan



these are i love the most. 





terus gue, berdua sama sepupu gue, kita menggila di atas karang. liatin sunset sambil nyanyi sekeras kerasnya. kemaren sih nyanyi firasat sama bengawan solo. pantai udah kayak punya sendiri. dan untungnya ga ada yang protes. berasa i feel free kayak syahrini. gue dengan pikiran rantau yang aneh aneh. dan dia yang baru kelas 12 dengan pikiran ptn dan "hunger games"nya. teriak sampe lega. lihat matahari sampai terbenam. by the way, itu batunya tinggi loh. keliatannya aja pendek. 


catching sunset