Tuesday, February 4, 2014

almost is never enough

kata mama pelari yang baik adalah yang lari paling cepat
kata mama, latihan lari lebih baik di atas pasir pantai
susah buat lari disana memang, tapi ketika nanti menyentuh lintasan tidak akan terkalahkan 
katanya kalo timnas latihan larinya di pantai bisa tiba tiba jago kayak barcelona 
ya, barcelona 

ibu gue emang ga cisi, gabisa ngomong sok bijak kayak emak emak lain di sinetron 
tapi ibu gue selalu melakukan pengandaian dengan dunianya sendiri
kadang aneh, kadang masuk akal 

selanjutnya ga akan berhubungan dengan ibu gue sih

ini tentang gue, yang mencoba untuk "latihan lari diatas pasir pantai"
susah, kampret susahnya 
mulai sekarang sok sokan gaya latihan belajar buat sbmptn 
katanya kalo sbmptn bisa, un mah seujung jari 

tapi kampret susah banget belajar buat sbmptn 

semacam pas materi "oh gitu, oh iya"
pas ngerjain soal, "ini soal beneran yang bikin otak manusia?"

susah paraaaaah

oh iya, 

ga ada yang sempurna. jangan pernah melihat orang sempurna. itu cuma bikin dia merasa bersalah kalo dia merasa ga sempurna. dan rasa bersalah dari diri sendiri adalah yang paling besar, seperti pedang bermata dua. kadang menusuk diri sendiri, kadang masalah yang ada di depan. jadi ketika suatu saat kalo jadi orangtua, istri, suami, sahabat jangan pernah nilai istri, suami, anak, dan temen temen kalian sempurna. terkadang yang mereka butuh malah ketidaksempurnaan dan cuma sesederhana itu kok. 


tentang keinginan dan kewajiban 

yes.

hidup memang bukan punya lu seorang. kadang hidup lu sendiri bisa jadi punya orang lain. contohnya aja presiden. hidupnya pak sby bisa jadi bukan punya pak sby lagi tapi punya rakyat indonesia. kalo mata pak sby berkantung kantung, berarti mata rakyat indonesia juga ikutan. pilihan selalu ada, dan keputusan selalu harus dibuat. sampe sekarang gue gatau mana yang harus didahulukan, keinginan atau kewajiban? kalo secara teoritis sih ya iya kewajiban. tapi kalo menyangkut hidup lu sendiri, mana yang lu pilih? keinginan dan mimpi mimpi lu yang dibilang masih mentah dan gatau apa apa tentang dunia, atau kewajiban yang memang seharusnya lu penuhi? sampe sekarang gue gatau harus mulai darimana. tiap hari kerjaannya cuma jalan jalan ngikutin jempol kaki. ga ada tujuan. 

katanya gini, terus sekatang harus ikutin apa?

tentang ada dan tidak ada 

ada orang yang selama di dunia pengen merasa ada bagi orang lain. beberapa orang perlu diyakinkan kembali bahwa mereka hidup, ada, dan nyata di dunia. kayak yang pernah gue baca, setiap manusia akan menjadi sebab akibat bagi manusia lainnya. katanya kalo digambarkan garis sebab akibat tersebut kayak pelangi, aurora borealis, warna warni, indah bukan main. ya, gue mulai salah fokus. terima kasih, untuk kalian yang selalu membuat gue merasa nyata. kalo gue benar benar bernapas dan ada. kalau untuk sebab akibat, mungkin gue ga pernah tau karena siapa dan apa gue bisa sampai seperti ini dan disini sekarang. mungkin akan gue bahas di suatu post selanjutnya. 

semangat 

somebody told me that dream was real. so was reality. 


gue gatau mana yang paling benar. mimpi atau realita. tapi yang jelas dua kata tersebut berhubungan. 

you can change a dream into reality. or. you can put a reality into a dream. 


gue sekarang kalo lagi usaha jadi inget kata Ariana Grande :  

almost is never enough.

No comments:

Post a Comment