Monday, June 30, 2014

the end of June

A: kak cariin nama ade dong 
T: (ctrl +F) (Dianty Dwi Nandita) em, ga ada de. coba refresh dulu ya 
A: oke, liatin ya 
T: ga ada de
A: jadi ade ga masuk SMPN 4? 
T:  gatau, mungkin webnya rusak kayak waktu itu. tunggu aja nanti cek lagi
A: engga, tuh liat yang paling bawah aja NEM nya lebih gede daripada ade
T: oh eh, ya. mungkin jalannya bukan disitu de (ini kenapa hati gue yang perih) 
A: yaudah, ade teraweh dulu ya 

percakapan diatas terjadi beberapa menit lalu, ketika gue ngecek status pendaftaran ade gue yang baru saja lulus SD di website PPDB online. dan ade gue ditolak SMPN 4. ya, mungkin ga ada kotak merah seperti punya gue sebulan yang lalu, tapi namanya tiba tiba hilang ga ada di daftar. intinya sama. penolakan lagi. gue baru sadar, orang tua lah yang paling perih tentang penolakan ini. dua anaknya ditolak sekolah secara beruntun. itu mungkin sakit buat gue dan ade gue, tapi gue baru mikir itu semua lebih sakit buat orang tua gue yang sudah menaruh harapan banyak dan ga pernah tega untuk menyalahkan anaknya atas segala penolakan ini. apalagi kalo jalur masuk SMP ga ada tes tulis dan semuanya lewat NEM, jadi ga ada kesempatan kedua. gue turut sakit untuk ade gue. yang padahal NEM nya rata rata 9 koma tapi gabisa masuk sekolah yang dulu gue masuk sekolah tersebut pun dengan nilai di ambang kematian, sekitar 10 terbawah kalo ga salah. tapi takdir berbaik hati dengan menempatkan gue di sekolah tersebut. 

fyi, jadi sekarang metode pendaftaran SMP dan SMA itu kayak bisa dipantau gitu. lu di posisi ke berapa di smp yang lu pengen dan lu daftar disana. ini struktur kata gajelas banget. yah pokoknya gitu lah ngerti ga? nah posisi ini bisa lu pantau secara online. keren ya? gue ngebayangin kalo nilai SBMPTN gue bisa dipantau secara online, mungkin gue kena serangan jantung tiap hari. sekarang nilai gue ada di mana ya? pilihan ke 1? 2? 3? atau mungkin udah di tempat sampah? gue gatau. sumpah ini serem ngebayanginnya. gila. gue berpikir, gue belum siap "ditolak" lagi. belum. gue belum siap melihat raut wajah kecewa yang ditahan dari kedua orang tua gue yang cuma bisa bilang gapapa dan masih ada jalur lain. gue gabisa. belum bisa. 

-----

kemaren kemaren pas ade gue perpisahan, karena ade gue dan adenya habil satu sekolah, makanya kita berdua dateng ke graduation party nya. disana karena ga ada kerjaan, gue, habil, dan teman teman lainnya jadi kayak reuni temen sd gitu. pembicaraan tentang guru guru yang kayaknya tidak menua. tentang masa masa hina waktu sd. tentang graduation party 6 tahun yang lalu. lalu perjalanan sampe akhirnya graduation party di Smansa. sampe akhirnya akan kuliah. ah kuliah. 

kebayang ga sih dulu, 6 tahun yang lalu, dengan nilai di ambang kematian, gue bisa masuk SMPN 4 Bogor, bertemu orang orang hebat dalam organisasi hebat. bertemu "keluarga" pertama dan sangat sulit lupa. diajarkan banyak hal tentang kebanggaan, percaya diri, keluarga, harga diri, dan lain lain.ketemu anak bilingual yang otaknya sengklek semua. rebutan tempat sampah lah, apa lah, ada aja. ketemu dinna yang dulu masih fanfic soal twilight. ketemu vista, juen, dan orang orang hebat lainnya. dipertemukan dan diperlihatkan hal hal hebat. 

kemudian, dengan persiapan minim gue bisa masuk Smansa, diperlihatkan hal hal yang lebih hebat. mencoba belajar tentang kehidupan. tentang yang kecil tidak selalu buruk dan yang besar tidak selalu baik. tentang jabatan, pengaruh, pemimpin, manager, kontribusi, posisi, pokoknya banyak hal. tentang teori usaha dan hasil yang sampe sekarang gue masih ga begitu paham. tentang berserah diri. tentang ikhlas. pokoknya banyak lah. 

dan kembali menyadari, 

kita memilih, atau dipilih? kita yang memilih takdir atau takdir yang memilih kita? jadi apakah kata kata "kita dipertemukan oleh takdir" itu benar ada? atau kita yang memilih takdir untuk bertemu? kita yang memilih atau kita yang dipilih? 

jujur, gue tidak mengerti. ada yang bilang kamu gabisa memilih suatu "keluarga", "keluarga" itulah yang memilih kamu. tapi bukankah pada awalnya selalu ada pilihan? selalu ada pilihan untuk bergabung atau menjauh. lantas, bagaimana mungkin mengatakan bahwa kita dipilih? karena kita selalu merasa memilih. hidup selalu didasarkan pada pilihan bukan? mau berbuat baik atau buruk? bahkan dari bangun tidur pun selalu didasarkan dengan pilihan, bangun atau melanjutkan tidur. jadi, bagaimana mungkin selalu mengatakan bahwa takdir yang memilih? 

gue..... ga ngerti. atau mungkin ada formula yang hanya Dia yang tahu, tentang kapan kita bisa memilih dan kapan kita hanya bisa menunggu untuk dipilih. atau bahkan tak ada kesempatan menunggu, hanya langsung dipilih. ketika pilihan kamu di-pending dulu sehingga pada akhirnya kamu layak untuk dipilih. bagaimana kita dipertemukan dengan nasib kita. yang jelas hasil akhirnya bisa kita lihat atau rasakan bukan? takdir itu ... entahlah. kalian semua harus baca Rembulan Tenggelam di Wajahmu nya Tere Liye. kurang lebih gini, takdir kita selalu berakibat sesuatu terhadap orang lain. apa yang kita perbuat detik ini pasti akan mempengaruhi orang lain. seperti domino. ya, kurang lebih domino. setiap pilihan punya konsekuensinya tersendiri. kalian harus baca sendiri. pasti kalian lebih mengerti. gue masih belum bisa mendeskripisikannya dengan kata kata. mungkin gue harus baca lagi buku itu. tapi itu hilang entah kemana. nanti gue cari dulu deh.

entahlah, sekolah, organisasi, "keluarga", jodoh, gue ga ngerti. i don't really understand how it works. bagaimana kita bertemu orang orang di sekitar kita, bagaimana kita akhirnya menemukan sesuatu yang anehnya, peduli atau tidak peduli, pasti mempengaruhi diri kita. secara positif atau negatif. dan anehnya, terlepas dari mudah atau sulitnya ketika menjalani hal tersebut, itulah yang membentuk diri kita sampai sekarang. membentuk sikap kita akan hidup. entah jadi peduli atau apatis. entah jadi pengecut atau pemberani. hal itu yang membawa kita sampai saat ini. iya, entah menyakitkan atau tidak, entah mudah atau sulit, seharusnya kita tetap berterima kasih kepada semua hal dan orang orang yang bersedia ikut campur dalam membentuk kita dalam kehidupan. entah mereka sadar atau tidak.

Juni kali ini, sulit. rasanya sulit untuk dideskripsikan. berbagai penolakan dan bangkit di saat yang bersamaan. tentang proses yang mengajarkan ikhlas. ikhlas? rasanya kembali bias. maka target Ramadhan ini adalah ikhlas. satu hal sederhana, yang sulit untuk diterapkan. yang mudah diucapkan, namun sulit ada dalam perbuatan. bahkan niat yang ikhlas..., entahlah, masih harus belajar banyak. menumpuk. pelajaran yang lebih penting dari semua eksak dan tes masuk perguruan tinggi. belajar tentang kehidupan. tentang kerendahan hati dan segala keikhlasan. tentang ketulusan. tentang berbuat tanpa berharap balasan. tentang usaha maksimum yang hasilnya terserah Tuhan. tentang bukan hanya studying tapi juga learning. tentang sikap dalam segala kemungkinan. sulit.

mungkin kalau ada yang dipelajari Juni kali ini adalah kalimat dibawah ini.

entah kamu bisa memilih atau hanya dipilih, entah takdir baik atau buruk yang menunggu dibalik pilihan-pilihan yang kamu pilih atau Dia pilihkan untuk kamu, entah apa yang takdir tunjukkan kepadamu, entah kamu suka takdirmu atau tidak, entah sulit atau mudah bagimu untuk menerima takdirmu, waktu selalu berbaik memberikan prosesnya. lama atau sebentar, sungguh, waktu selalu berbaik hati memberikan proses. proses penerimaan yang penting, supaya bisa melanjutkan. 

goodbye, June.

welcome, Ramadhan.

Monday, June 23, 2014

aftershock

hai. i miss this site and things in it so much! miss you too! halah

setelah praSBMPTN, SBMPTN, dan UM UGM yang panjaaaaaang banget dan rasanya mau gue ceritain semuanya cuma kayaknya nanti aja pas pengumuman ceritanya. apa sekarang aja ya? enaknya gimana? 

yaudah karena kalian mendesak jadinya gue ceritain sekarang ya 

pra sbmptn, namanya H- yang bisa diitung pake sebelah tangan ya gitu. uring uringan. namanya hidup ga tenang, makan ga enak, tidur ga tidur ya itu. kopong sekopong kopongnya kopong. try out terakhir nilai tidak memuaskan. tempelan di GO udah "SBMPTN H-6, SAYA SUDAH MENGERJAKAN 80 SOAL", dan jumlah hari terus berkurang sedangkan jumlah soal terus bertambah. gue mau tidur kayak Princess Aurora aja terus dibangunin sama pangeran tampan. bisa gila lama lama. karena semua orang pindah ke "diskotik" jadi lah gue di GO sendirian sampe maghrib. terus kenalan gitu sama manusia manusia yang ga gue kenal sebelumnya, diantaranya Gilman sama Ismaya. nah ini temen temen seperjuangan till die gue di GO, setelah dikhianati orang orang "diskotik". Ismaya pengen FKH IPB, Gilman apa Unsoed gitu gue lupa. semoga kita bisa masuk PTN yang kita inginkan dan semoga itu yang terbaik buat kita ya. gue sama Ismaya udah kayak apa tau, sholat sambil nangis garagara gabisa ngerjain soal. yang namanya periksa kunci jawaban, terus ga cocok, stress aja sampe akhirnya dikasih tau kalo kunci jawabannya salah. gue gatau ini mah yang namanya jiwa sengklek mungkin ini ya. sampe nyanyi nyanyi di GO. gatau lagi. 

akhirnya anak smansa ada yang ga "diskotik" lagi dan kita freak banget. iya, gue udah gatau lagi gimana caranya mengelola emosi. udah lepas aja gitu. gue sampe pernah nyolong soal korannya Gilman (mungkin ini kejahatan paling baik yang pernah gue lakukan), maksa Ghani buat ngajarin mate, ngintilin guru fisika sampe gurunya olab, diare garagara makan seblak kepedesan, bikin plan tenang segala kemungkinan, yaudah lah ya. masa lalu.

battle ground, dan soal koran curian

SBMPTN, ya gitu. H-1 ngecek tempat bareng dinda. dia bilang gue gendutan banget. yaudah gapapa. terus kursi gue pas banget depan meja pengawas. pengawasnya rumpi pula. sebelah kanan gue jendela, view lantai dua gitu. gabisa ngerjain soal, galau dulu, kenapa ga belajar materi ini itu, padahal soalnya harusnya gampang dan bisa dikerjain. bohong deng, mana sempet gue ngegalau , liat keluar jendela, bikin puisi. soal aja ga diisi semua. matek. 

ya waktu berlalu, dan 5 hari kemudian gue udah harus UM UGM. 

kenapa UGM? kan pengennya masuk UI?

gatau gue juga. niatnya sih biar memasang jaring pengaman sebanyak banyaknya. tapi gue ga maksimal banget belajar buat UM nya, bahkan gue gatau apa yang gue lakukan bisa disebut sebagai usaha atau engga. buat ade kelas yang baca, jangan ditiru ya. mending SBMPTN gue maksimal, lah ini juga engga. merasa jadi sesampah sampahnya manusia. malah nonton Indonesia Open, ngecengin Lee Yong Dae. halaaaah. niat masuk PTN ga sih Tan? sampe marah sama diri sendiri cuma ya gitu. tetep acuh tak acuh. gue bahkan udah nyerah sama diri gue sendiri. 

H-1 abis macet macetan ngecek tempat dimana itu SMA Diponegoro 1, gue nginep di rumah nenek. bukannya belajar malah babysitting sepupu gue yang masih imut banget. kakaknya lagi kelulusan TK, dan dia ditinggal dirumah. jadi lah gue babysitting sambil nonton Indonesia Open. meninabobokan sepupu sambil teriak teriak itu kenapa owi sama butet kalah, mungkin itu alasannya kenapa sepupu gue udah setengah merem tapi masih mukulin gue pake pin bowling. finalleeeeeh, dia bobo. dan ini muka lucunya :3

mentang mentang udah tidur, foto hina sekalian



pas UM, jauh jauh ke Jakarta, yang duduk belakang gue malah temen satu SMA. yaudah gapapa. berasa UAS aja kan? terus kenalan sama orang namanya Fira. bukan Safira, Shafira, apalagi Elvira. dia dari Jogja. bingung kan lu orang jogja ngapain UM UGM di Jakarta? kalem banget orangnya, terus dia bilang kita kompakan karena baju kita sama warnanya. padahal baru kenal 5 menit yang lalu. bukan tipikal jogja-ers pedalaman kayaknya. dan UM UGM....., yaudahlah. ga berani berharap banyak. kayaknya yang lain lebih siap. ketemu Kimey, Destin, dll. kenapa banyak Smansa nya ya, mungkin nanti kalo kerja juga gini, boss nya bisa jadi anak Smansa juga. kali aja gitu. 

terus yaa, apa ya. bodoh sih kalo ijit sama semesta gara gara hal sepele kayak gini. tapi ini penolakan pertama gue. yah, tikungan pertama gue juga. gue merasa ga bisa marah sama siapa siapa dan seharusnya pun gue tidak merasa marah dan sakit. tidak merasa terdzalimi atau apapun. harusnya gue baik baik saja. nyatanya tidak. gue terlalu naif. terlalu bodoh untuk bisa bangkit dan lupa. terlalu berlama lama dan nyaman di zona yang seharusnya tidak boleh nyaman. mungkin bisa disebut adaptasi dengan aplikasi yang salah. gue malah nyaman dengan jatuh dan rasa yang nyampah ini. tiap ketemu temen seperjuangan pasti kayak "I know you what you feel is the same so don't say something like 'semangat dong' atau 'don't worry tan, semua akan baik baik saja'". no, you can't say that to me, karena gue terlalu overrrrthinking and this time, everything is not allright so don't lie to me.

gue belom bisa ikhlas. dan gue malu. karena sesungguhnya tidak ada yang gue miliki sebelumnya. maka tidak ada alasan untuk gue bersikap tidak ikhlas.

but You know i'm trying, don't You?

sekarang lagi nunggu pengumuman. digantung. lagi. semoga ada yang nyangkut satu. semoga semua yang diusahakan ga sia sia ya kawan. gamau ngomong semangat. lebih baik kayak gini deh, semoga dapet yang terbaik ya kawan. nah gitu aja kali ya.

anyway, terimakasih untuk segala supportnya. yang udah mau di spam segala macem. dari serangan kaki seribu, tulisan sampah, sampe sticker line. yang ngucapin semangat dalam berbagai bentuk. yang mau di cuba in karena gue sedang bingung sendiri level 2325345 maka sifat mulut tajam gue keluar. sedikit kata tapi nyelekit. yang baru bikin line tapi nyampah (sebut saja Agni), katanya sih Ular Terbang terlalu sampah buat dia tapi ternyata dia sampah juga. mungkin harus cerita Agni waktu regen Ular Terbang karena itu ngakak parah. buat kesabaran grup XXIV yang menerima sampah gue, afu, mulvi, dan amri yang lagi nonton Indonesia Open. hahaha, love you all <3. buat teteh dan mba cadok, pokoknya semuanya deh, a teh, minta doanya yaaa. semoga bisa sukses dengan cara paling baik. aamiin.




dan ini ada, banyak. jika kita bisa melihat. 


semoga bisa ikhlas dengan semuanya. semoga semua usaha masih bisa dihitung amal. harus bisa segera ikhlas, bisa segera percaya bahwa rencana Nya adalah sebaik baiknya rencana. saling mendoakan ya. karena saling mendoakan adalah puncaknya rindu. karena saling mendoakan dalam diam adalah salah satu perbuatan terbaik terhadap teman. 

eh, kita teman kan? hahaha. bercanda. dunia ini semakin aneh. makin lama kamu makin tidak tahu mana kawan mana lawan. apalagi politik. ah. bosan bahas politik. lelah. 

setiap detiknya, kamu tidak tahu, berapa orang atau malaikat yang sedang berdoa, mengaduk langit, untukmu. jadi doakan mereka selalu. tidak sampai berjam jam, tidak pernah rugi bukan menyebut nama mereka dalam doamu? yang kamu kenal, atau tidak kamu kenal. dari yang kamu benci, hingga mereka yang paling kamu sayang. karena siapa tahu dibalik sayang atau benci yang mereka tunjukkan, tiap malam mereka lah yang berdoa, mengaduk langit demi nasibmu. ya, kamu sungguh tidak tahu bukan?

selamat malam. 

Saturday, June 14, 2014

Saturday, June 7, 2014

panik

sedang suka kata kata, 

membenci nasib yang tak berubah

sebenernya udah ga boleh gini ginian lagi cuma gimana, persampahan ini sepertinya masih harus berlanjut. karena di rumah ga ada yang bisa diajak ngomong soal beginian. kalo sendirinya panik, nular ke semua orang rumah. jadi yaudah, panik disini aja. sendirian. toh ga nyampah. yah, nyampah sih cuma blog sendiri. jadi yaudah. 

ga ada yang namanya tahu diri tan, adanya memantaskan diri 

yah, yaudah. gini. gatau. speechless. buka buku lagi. gabisa ngerjain. kepikiran kata kata tahu diri. langsung digantikan dengan memantaskan diri. ngumpulin tekad dan kembali membuka halaman yang sama. 

kalo semua orang tahu diri, bisa apa mereka yang lahir sebagai orang kecil tapi bermimpi besar?

iya. iya. iya. ngerti kok. iya. tapi ini gimana cara masukin materi ke otak. pelan pelan. udah pelan pelan ga masuk. makin panik. gimana kalo sbmptn nanti soalnya kumpulan soal yang gabisa gue kerjain. mulai overthinking. makin panik. panik level 12998920. 

yang penting ngerti

sekadar mengerti dan paham tapi gabisa menjawab dengan benar apalah artinya. sbmptn sejelas hitam dan putih, sedangkan itu abu-abu banget. makin overthinking. 

udah H-9 

9x24 jam. how can i get some sleep tonight? makin panik. 
gue gatau, yang jelas serangan panik ini datang begitu saja. gatau kenapa. 

yang penting usaha terus 

ah ya. pasti dibalas katanya. Dia tidak pernah berbohong bukan? 










spam moodbooster 


kesabaran Mu


bodoh adalah gue ngedit tulisan, sok sok ngequote, sok sok di photoshop in tapi gue sendiri ga menyadari bahwa quote itu benar. bahwa itu nyata dan ada. bukankah pada intinya bukan seberapa bagus kata katanya tapi seberapa besar kamu meyakini dan merealisasikannya? 

ya, terkadang penulis tidak begitu meyakini apa yang dia tulis. dia hanya mencoba meyakinkan orang yang membaca apa yang ia tulis. semoga ga termasuk pencitraan kayak capres capres itu ya. toh gue penulis, bukan mario teguh sang motivator, bukan juga penasehat kerajaan yang kata katanya harus semua benar. bukankah motivator juga pernah down. ga yakin hidup mario teguh se-golden ways itu. bahkan dokter pun bisa sakit bukan? 

semoga gue bisa merealisasikan apa yang gue tulis. setidaknya mengaplikasikan cara berpikir yang baru sebatas gue tulis. baru kepikiran, belum diaplikasikan.  
\

semoga gue bisa jadi manusia yang lebih baik. aamiin.
semoga kita semua dimudahkan usahanya, tidak dilepaskan dari penjagaan Nya. aamiin.