Sunday, July 27, 2014

Malam Takbiran

satu kata

kesel

sama semua orang yang membuat mata gue sembab hari ini 

yang malam takbiran bukannya seneng seneng malah bikin pengakuan dosa di grup
awalnya sih minta maaf cuma kebablasan gitu jadi pengakuan dosa

terutama

sama 

tersangka utama

kesel maksimal 

semakin gue pergi, semakin banyak hal yang sangat berat untuk ditinggalkan. semakin sedikit alasan gue untuk pergi. semakin sulit untuk pergi. 

gue gatau ini lebay atau gimana. pasti lebay sih. cuma, 

gue gatau kapan bisa ketemu kalian lagi. dan yang paling gue takutin adalah gue (atau kalian) udah ga sama lagi waktu ketemu. entah gue yang berubah. atau kalian yang berubah. dan perubahan itu semakin sulit untuk diterima. pada akhirnya kita saling pergi. saling meninggalkan. dan semua yang dulu ada cuma jadi memori. gatau gimana. gue takut kepergian ini akan jadi mudah pada nantinya. karena gue gamau, sangat tidak mau, kehilangan kalian. satu orang pun. satu komponen pun. sampai puzzle terkecil yang sudah membentuk hidup gue. siapapun. apapun itu. gue takut. gue sangat takut. gue takut kehilangan kalian. lebih parahnya gue takut kehilangan diri gue yang sekarang. gue gatau lingkungan gue nanti kayak gimana. gue takut berubah menjadi aneh. semacam monster sosialita yang ngomong jawa mungkin. pokoknya gue jadi sangat menjijikan secara personality. gue tau semua orang akan pergi pada akhirnya. tapi gue takut sendirian. jadi, gimana ya, gue pengen bilang tolong tetep selalu ada buat gue seperti apapun gue akhirnya, tapi itu sangat sangat sangat egois. semua orang berhak untuk pergi. itu sih gimana guenya, pantas atau tidak untuk ditinggalkan. 

iya, gue sadar kok. 

semua orang berhak untuk pergi dan meninggalkan

gue rasa inilah fungsi dari melakukan sesuatu dengan hati dan perasaan. ketika kewajiban dan tanggung jawab sudah tidak ada, kamu punya dua hal yang bernama cinta dan sayang. 

berat rasanya, meninggalkan sesuatu yang kamu cinta, yang berarti, yang kamu sayang. yang berarti. yang sudah melakukan banyak hal. dan yang kamu harap kamu sudah melakukan banyak hal. lantas kamu harus pergi, melanjutkan yang kamu perjuangkan. tapi dengan orang orang yang berbeda. memulai lembar baru. cerita baru. sulit. rasanya. walaupun tidak perlu mengosongkan lembar lama. tapi rasanya hanya ingin melanjutkan yang lama. tapi gabisa. gabisa. gabisa. 

jarak sama waktu ga ada artinya kalau saling mendoakan 

gue ga percaya virtual friend atau virtual personality. ga ada ceritanya lu berpetualang di dunia maya. lu mengenal orang di dunia maya. lu, mempercayai orang yang baru lu kenal di dunia maya. gue ga percaya. 

tapi kalo yang ini, sekalipun ga ketemu, ga saling lihat atau tatap mata, ga chat, ga ngobrol, ga telepon, ga sms. gue percaya. Yang Diatas selalu mendekatkan. Yang Diatas selalu menjaga. menjaga saya untuk kalian. menjaga kalian untuk saya. gue tahu, caranya bertemu kalian tanpa harus bertatapan. cukup dengan Yang Menciptakan dan Menjaga kalian. gue berharap itu cukup selain chat line dsb.

gue gatau mau ngomong apalagi. ini besok lebaran malah ngomongin macem macem. dari mulai pengakuan dosa sampe Akil Mochtar. hidup gue ga pernah bener gara gara kalian. dan ke "ga bener" an itulah yang membuat gue semakin tidak bisa meninggalkan kalian. 

sukses terus ya. gausah mikirin gue bct pdhl w yg kpkrn. cepat move on. jangan lupa sama uwe. semangat belajarnya. sukses kuliahnya. doain gue terus ya. semoga kita bisa cepat bertemu (lagi). 

hidup memang gila kawan. 


Selamat Idul Fitri. 

Monday, July 21, 2014

Grow Up

Grow Up?

gue selalu takut tumbuh besar, ya selain jadi gendut, gue takut ketika tumbuh besar tanggung jawab gue makin banyak, gue gabisa bahagia lagi, i mean, gue gabisa aneh aneh seperti sekarang lagi, gue gabisa seenak sekarang lagi. gue takut ditinggal dan tertinggal. gue takut pada akhirnya gue akan menjadi sepotong puzzle yang jatuh ke kolong tempat tidur. gelap, sendirian, tidak fungsional, akhirnya terlupakan. cuma jadi debu dan sampah yang bahkan ga keliatan. 

gue takut, ketika tumbuh besar, maka dunia akan berubah. maka tidak ada lagi kasih sayang atau cinta. semua dilakukan atas nama hak dan kewajiban. atas nama profesionalitas. tanpa sentuhan hati atau perasaan. tanpa passion. bukankah hambar rasanya? bukankah berat melakukannya? tapi sesuatu yang bernama "tanggung jawab" selalu bisa memaksa manusia untuk melakukan sesuatu di batas kemampuannya. sesuatu bernama "kewajiban" selalu berhasil memaksa manusia melakukan hal yang tidak ingin dilakukannya. hebat bukan? tanggung jawab dan kewajiban. 

gue takut, ketika tumbuh besar, semua orang akan lupa dirinya sendiri. lupa akan orang orang yang dulu pernah mereka cintai. lupa akan keluarga. lupa akan kedua orang tua. lupa akan segalanya. semuanya hanya dilakukan untuk sekadar memenuhi nilai di masyarakat. untuk sekadar menaikkan gengsi. untuk sekadar dunia. untuk kepuasan orang lain. sampai lupa keinginan diri sendiri apa. sampai lupa passion diri sendiri apa. sampai lupa tujuan awal apa. sampai lupa akhirnya akan kembali kemana. 

gue takut, gue akan menjadi seperti orang orang di atas. yang lupa awal dan akhirnya dimana. yang lupa akan keluarga. yang tidak peduli lagi kepada passion. yang hanya menjadi budak dunia. yang hidupnya hanya sekedar menyelesaikan tanggung jawab dan menunaikan kewajiban. hampa bukan? hampa. gue sadar, semua yang dilakukan seharusnya memiliki arti sendiri secara pribadi. seharusnya dilakukan dengan hati. jadi ketika jatuh se jatuh jatuhnya ke bawah, gue bisa belajar sesuatu selain "kewajiban harus dituntaskan" atau "tanggung jawab tetap tanggung jawab"

jujur, Bogor-Jogja jauh, dan jiper banget ngebayangin berbulan bulan jauh dari rumah. jiper ngebayangin tiap hari ga ada yang ngomel kalo belom sarapan, bangun telat lima menit, atau berangkat telat 15 menit. ga ada yang jemput di depan komplek kalo pulang malem. ga ada yang nungguin di meja makan. ga ada yang ngajakin rebutan kamar mandi kalo malem malem. ga ada yang ngajak jalan jalan gajelas. ga ada yang sok sokan sit up tapi diatas kasur. ga ada yang sok sokan kurus padahal gendut. pokoknya bakal banyak banget yang hilang. masalahnya Bogor-Jogja bukan sekadar naik commuter line terus sejam kemudian nyampe. ini perkara nyari kereta atau pesawat atau bis yang bisa seharian baru nyampe.

pada saatnya nanti, kita semua harus pindah. ada fase dimana kita semua akan terlalu besar atau terlalu kecil untuk tempat kita sekarang. cuma perkara waktu, kita akan pindah. pindah dari masa kecil ke remaja. lalu dewasa dan akhirnya akan tua. sulit untuk pindah, ketika kamu terlalu nyaman di tempat lama. ketika kamu sudah bilang "saya sudah merasa cukup disini, dan saya bersyukur" lalu tiba tiba kamu dipindahkan ke situasi lain dimana kamu menyadari bahwa perkara pindah sudah tiba. lalu kamu harus memulai itu semua dari awal lagi dan ketika kamu merasa "cukup" kamu dipindahkan lagi. lalau kamu bertanya tanya, "kapan ini semua selesai? haruskah saya terus bergerak? saya merasa nyaman dan cukup disini? bisakah saya tinggal saja disini sampai ini semua berakhir?"

gue baru sadar, hidup itu dinamis. harus selalu pindah. kita bertemu orang orang dan setiap orang memiliki kesan tersendiri. em, gimana ya? gini deh. sebenernya masalah nyaman ga nyaman, enak ga enak, cukup tidak cukup, mau tidak mau, itu semua masalah perasaan kan? ya, terkadang kita harus bisa membolak balik hati ini. mengikhlaskan yang harus ditinggalkan dan menerima yang baru. contohnya kayak, ya udah terbiasa keadaan di rumah lalu harus ngekos. gitu sih, hidup butuh perubahan supaya kita juga berubah. perubahan itu proses, dan kita butuh proses. untuk menjadi yang lebih baik tentunya.

well, 21 Juli, selamat tahun ketiga Rantai Emas. semoga tetap merantai walau merantau. terimakasih telah menjadi partner yang baik selama tiga tahun ini. yang cuba, yang cisi, yang aneh, yang freak, yang bener, yang semua muanya.

partner yang baik membuat kita tetap menari walau musiknya telah berhenti. gue tau, tiga tahun kemarin itu musik yang lumayan lama. tapi sekarang sudah saatnya musik berganti. mungkin udah saatnya juga partner kita berganti. tapi gue harap kita masih menari, walau musik kita berhenti dan berganti, walau partner kita berganti. menari dengan cara kita sendiri. dan memori itu tetap ada di hati kan? ya, tidak ada yang hilang dari hati. mungkin tidak ada secara fisik atau psikologis. tapi tetap selalu ada memori kan?


kecuali kalo amnesia dan alzheimer. beda kasus.

he.

sorry no pic. edit lagi lain kali. he.     

Monday, July 14, 2014

(maybe) there's no fault in our stars

ever you thought that maybe there's no fault in our stars?

no fault doesn't mean perfection. but, it's about fault which is understood beautifully. 

memang tidak ada yang sempurna, cuma tidak semuanya buruk bukan? karena tidak sempurna bukan berarti buruk, dan kesempurnaan bukan berarti baik. 

sometimes, fault makes you perfect. kesalahan lah yang membuat kamu sempurna, sebagai manusia. 

kesalahan itu wajar, ketidaksempurnaan itu wajar, itu manusiawi. kalau tidak punya kesalahan bagaimana kamu akan bisa hidup? bagaimana kamu bisa belajar dan menjadi versi yang lebih baik dari diri kamu yang sekarang?

katanya setiap manusia diciptakan untuk mengisi kekosongan. lantas jika kamu tidak punya kekosongan, jika kamu sempurna secara total, bagaimana orang lain akan mengisi hidup kamu? mengisi kekosongan kamu? jangan dipikir manusia hanya ingin diisi kekosongannya, dipahami kesalahannya. bukankah manusia juga butuh mengisi? bukankah manusia punya kebutuhan untuk merasa diperlukan? karena itulah manusia diciptakan dengan kekosongannya masing masing. lack of life. agar bisa saling mengisi. ibaratnya manusia adalah potongan puzzle, bukankah harus ada bagian yang menonjol keluar dan cekung ke dalam agar bisa terpasang dengan baik? tidak ada yang sempurna, tapi bukankah yang menciptakan kita adalah Dia Yang Maha Sempurna? bukankah dia yang paling tahu kebutuhan kita? maka Dia berikan segala kelebihan dan kekurangan untuk kita agar kita bertemu dan dipertemukan dengan orang orang yang bisa mengisi kekosongan kita dan kita isi kekosongannya. kita tutupi kekurangannya dan mereka menutupi kekurangan kita. 

bayangkan kalau bentuk semua puzzle adalah lingkaran? bagaimana mereka akan mengisi satu sama lain kemudian membentuk gambar yang dimaksud? bukannya tidak bisa, tapi pasti akan sulit. semua bagian akan memaksakan sudut sudutnya yang berlawanan dengan bagian lain. gambar yang dimaksud tidak akan terbentuk. bukankah lebih mudah dengan segala cekungan dan lengkungan ke luar? lebih mudah untuk mengenali bentuknya dan menyusun puzzle puzzle tersebut menjadi satu bagian yang utuh. 

mungkin tidak ada yang salah dengan takdir. yang salah adalah kurangnya pemahaman yang baik. yang salah adalah kurangnya sikap menerima. yang salah adalah ketika kita berbuat kesalahan lalu tidak memperbaikinya. 

mungkin takdir seperti air. tidak bisa memilih jalannya. mungkin lewat bawah tanah, danau, sungai, bahkan parit parit di sekitar rumah. tapi bukankah setiap tetes air akan bermuara di lautan? jadi percayalah, kita pun pada akhirnya akan bermuara ke "lautan". bagaimanapun caranya. bedanya hanya manusia dapat memilih caranya, tindakannya, dan bagaimana manusia bisa mencapai "lautan tersebut. ya, kita pasti bermuara ke muara yang sama. yakinlah. itulah kata Dia Yang Maha Mengatur kehidupan. 

 maybe there's no fault in our stars. 

jika kamu bisa melihat apa yang tidak terlihat. jika kamu bisa membaca apa yang tidak terlihat. jika kamu bisa memahami apa yang kamu lihat dan kamu baca. bukankah manusia lebih sering melihat apa yang ingin mereka lihat dan mendengar apa yang mereka ingin dengar? mengubah jalan cerita, memanipulasi keadaan, hanya agar semuanya terasa lebih baik. padahal kenyataannya jauh dari apa yang mereka ingin lihat dan ingin dengar. ya, terkadang manusia bisa begitu manipulatif demi menyelamatkan perasaannya sendiri. 

bersabarlah. menerima kenyataan memang tidak pernah mudah. melanjutkan hidup setelah menerima keadaan juga tidak semudah kembali berjalan setelah kamu jatuh di tengah jalan. tapi setidaknya pemahaman yang baik akan menghasilkan tindakan yang baik. tidak manipulatif dan menipu diri sendiri. 


Saturday, July 12, 2014

hujan

menurutmu apa arti hujan?

apakah hanya tetesan air yang jatuh ke bumi?
apakah sesuatu yang menghalangi rutinitas?
apakah ia selingan di antara sesaknya dunia? 
apakah hanya fenomena alam biasa?

atau kamu punya definisi sendiri?

entahlah. 

bagi saya, hujan berarti penerimaan, kejujuran, penundukkan.

bagi saya, hujan selalu membuat jujur tentang apa yang dirasakan, tentang apa yang berusaha tidak dirasakan selama ini.

ya, seperti membuka kotak berdebu yang kamu simpan di tempat yang tidak dapat kamu jangkau. membuka kotak yang sengaja kamu simpan jauh jauh agar kamu tidak tergoda untuk membukanya. 

bagi saya, hujan selalu membawa damai. menundukkan alter ego dalam diri saya. membuat saya larut dalam setiap rintiknya. 

bagi saya, hujan merupakan titik yang tepat untuk merasa lelah. ketika helaan nafas tidak perlu lagi ditahan. ketika kamu cuma memandang ke depan dengan jutaan pikiran di kepala, orang lain pikir kamu cuma memandang hujan. mereka tidak bertanya, sehingga kamu tidak perlu banyak menjelaskan. 

bagi saya, hujan merupakan simbol penerimaan dan keikhlasan. 

coba bayangkan, sekarang kamu menjadi awan. pernahkah kamu berpikir, berapa lama awan terbentuk? berapa lama ia harus berada di bawah teriknya matahari? mengumpulkan titik demi titik uap air. lalu berapa lama ia harus menampungnya? berat membawa kumpulan uap air. belum lagi ia rela ditiup angin kesana kemari. lalu di tempat yang sudah ditentukan akhirnya ia harus melepaskan titik titik uap air yang sudah ia kumpulkan sejak lama dibawah terik matahari kemudian ia bawa dengan segenap tenaga searah dengan tiupan angin. pada akhirnya, ia harus melepaskan semua usahanya yang sulit itu bukan?

pernahkah kamu berpikir bahwa sebenarnya awan punya tujuan sendiri untuk menurunkan hujan? pernahkah awan mengeluh tentang betapa beratnya uap air yang ia bawa? betapa lama uap air berkumpul? kenapa pula ia harus mengumpulkan air yang ada di bumi jika pada akhirnya ia harus mengembalikannya lagi ke bumi? kenapa pula dia harus mengikuti arah angin? bagaimana kalau sekalian saja diturunkan di laut? tidak perlu capek capek menunggu angin bertiup, tidak perlu berat berat membawa uap air kesana kemari. 

bukankah setiap sesuatunya di dunia diciptakan dengan suatu tujuan?

hujan diciptakan dengan tujuannya sendiri. hujan mencapai tujuannya dengan caranya sendiri. karena hujan punya takdirnya sendiri. 

begitu pun kita. diciptakan dengan tujuan sendiri, harus mencapai tujuan dengan cara sendiri, karena kita punya takdir kita sendiri. 

katanya dalam hidup segalanya sudah diatur. tetapi karena kita belum tahu seperti apa "yang sudah diatur" maka itulah gunanya usaha dan kepantasan. menemukan yang harus ditemukan. 


satu lagi, 

selain penerimaan yang baik, hujan juga mengajarkan untuk melepas dengan indah bukan?
  

Wednesday, July 9, 2014

meanwhile, in another part of the world ...

so speechless about this.

berjanjilah, 

setelah kamu melihat ini, kamu akan lebih bersyukur 
mensyukuri apa yang telah diberikan 
mensyukuri segala takdirmu 
entah baik atau buruk
mensyukuri segala pilihan yang telah disediakan (karena setidaknya kamu bisa memilih)
mensyukuri kamu bisa punya waktu untuk tidur tenang
mensyukuri kehidupanmu 

berjanjilah,  

setelah kamu melihat ini, kamu akan lebih mengerti 
mengerti dan menghargai kehidupan serta takdirmu
tidak merengek tentang takdir yang buruk 
tidak merengek jika yang kamu dapatkan tidak seperti yang kamu inginkan 

berjanjilah, 

kamu akan mensyukuri dua kaki yang kamu punya 
kamu akan mensyukuri dua mata yang bisa melihat 
kamu akan mensyukuri dua telinga yang bisa mendengar 
kamu akan mensyukuri kedua orang tuamu
kamu akan mensyukuri orang orang yang ditempatkan di sekitar (dan orang orang yang meninggalkan) kamu 
kamu akan mensyukuri perjalanan hidupmu

berjanjilah, 

karena yang kamu miliki memang harus disyukuri 
karena sekecil apapun memang harus disyukuri 

dan walaupun kamu tidak bisa melihat, mendengar, atau berjalan. walaupun kamu tidak merasa punya kemampuan apa apa yang membuat kamu merasa menjadi manusia paling tidak berguna di dunia.  

bersyukurlah, jika hatimu masih ada. masih berfungsi. masih bisa melihat, mendengar, dan bergerak. masih bisa susah ketika melihat orang lain susah. masih bisa senang ketika orang lain senang. gunakan hatimu untuk bertindak.  

tidak terlihat bukan berarti tak ada. begitu pun hati. tak terlihat bukan berarti kamu tak punya bukan? 

berjanjilah, 

setidaknya pada dirimu sendiri. 
kamu akan menjadi orang yang lebih bersyukur mulai hari ini. 
kamu akan mendoakan orang lain mulai hari ini. 
kamu akan menjadi manusia yang lebih baik mulai hari ini. 

berjanjilah. 

berkali kali diulang dalam QS Ar Rahman :
"maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan" 

and you should be grateful for your life after you see these pictures (sorry for the inconvenience) :




gakuat ngepost gambar banyak banyak. gue gasuka anak anak yang harusnya masih lari lari dan minta uang jajan malah dibom asal kayak mereka cuma seonggok daging yang ga punya masa depan. it happens. ini beneran terjadi dan nyata. they need help. maksud gue, gue juga gabisa apa apa. which is, PTN masih belom punya. penghasilan ga ada. tapi apa ya. gue juga gatau harus apa. feeling so powerless but we have to do something. well, if we don't have money, powerless, not good enough for helping, we have God don't we? at least pray for them. God has His own way to help them. 

ah gatau mau ngomong apa lagi. 

#PrayforPalestine
#PrayforGaza
#GazaUnderAttack 

Cek  for further information. 

thank you.