Monday, July 21, 2014

Grow Up

Grow Up?

gue selalu takut tumbuh besar, ya selain jadi gendut, gue takut ketika tumbuh besar tanggung jawab gue makin banyak, gue gabisa bahagia lagi, i mean, gue gabisa aneh aneh seperti sekarang lagi, gue gabisa seenak sekarang lagi. gue takut ditinggal dan tertinggal. gue takut pada akhirnya gue akan menjadi sepotong puzzle yang jatuh ke kolong tempat tidur. gelap, sendirian, tidak fungsional, akhirnya terlupakan. cuma jadi debu dan sampah yang bahkan ga keliatan. 

gue takut, ketika tumbuh besar, maka dunia akan berubah. maka tidak ada lagi kasih sayang atau cinta. semua dilakukan atas nama hak dan kewajiban. atas nama profesionalitas. tanpa sentuhan hati atau perasaan. tanpa passion. bukankah hambar rasanya? bukankah berat melakukannya? tapi sesuatu yang bernama "tanggung jawab" selalu bisa memaksa manusia untuk melakukan sesuatu di batas kemampuannya. sesuatu bernama "kewajiban" selalu berhasil memaksa manusia melakukan hal yang tidak ingin dilakukannya. hebat bukan? tanggung jawab dan kewajiban. 

gue takut, ketika tumbuh besar, semua orang akan lupa dirinya sendiri. lupa akan orang orang yang dulu pernah mereka cintai. lupa akan keluarga. lupa akan kedua orang tua. lupa akan segalanya. semuanya hanya dilakukan untuk sekadar memenuhi nilai di masyarakat. untuk sekadar menaikkan gengsi. untuk sekadar dunia. untuk kepuasan orang lain. sampai lupa keinginan diri sendiri apa. sampai lupa passion diri sendiri apa. sampai lupa tujuan awal apa. sampai lupa akhirnya akan kembali kemana. 

gue takut, gue akan menjadi seperti orang orang di atas. yang lupa awal dan akhirnya dimana. yang lupa akan keluarga. yang tidak peduli lagi kepada passion. yang hanya menjadi budak dunia. yang hidupnya hanya sekedar menyelesaikan tanggung jawab dan menunaikan kewajiban. hampa bukan? hampa. gue sadar, semua yang dilakukan seharusnya memiliki arti sendiri secara pribadi. seharusnya dilakukan dengan hati. jadi ketika jatuh se jatuh jatuhnya ke bawah, gue bisa belajar sesuatu selain "kewajiban harus dituntaskan" atau "tanggung jawab tetap tanggung jawab"

jujur, Bogor-Jogja jauh, dan jiper banget ngebayangin berbulan bulan jauh dari rumah. jiper ngebayangin tiap hari ga ada yang ngomel kalo belom sarapan, bangun telat lima menit, atau berangkat telat 15 menit. ga ada yang jemput di depan komplek kalo pulang malem. ga ada yang nungguin di meja makan. ga ada yang ngajakin rebutan kamar mandi kalo malem malem. ga ada yang ngajak jalan jalan gajelas. ga ada yang sok sokan sit up tapi diatas kasur. ga ada yang sok sokan kurus padahal gendut. pokoknya bakal banyak banget yang hilang. masalahnya Bogor-Jogja bukan sekadar naik commuter line terus sejam kemudian nyampe. ini perkara nyari kereta atau pesawat atau bis yang bisa seharian baru nyampe.

pada saatnya nanti, kita semua harus pindah. ada fase dimana kita semua akan terlalu besar atau terlalu kecil untuk tempat kita sekarang. cuma perkara waktu, kita akan pindah. pindah dari masa kecil ke remaja. lalu dewasa dan akhirnya akan tua. sulit untuk pindah, ketika kamu terlalu nyaman di tempat lama. ketika kamu sudah bilang "saya sudah merasa cukup disini, dan saya bersyukur" lalu tiba tiba kamu dipindahkan ke situasi lain dimana kamu menyadari bahwa perkara pindah sudah tiba. lalu kamu harus memulai itu semua dari awal lagi dan ketika kamu merasa "cukup" kamu dipindahkan lagi. lalau kamu bertanya tanya, "kapan ini semua selesai? haruskah saya terus bergerak? saya merasa nyaman dan cukup disini? bisakah saya tinggal saja disini sampai ini semua berakhir?"

gue baru sadar, hidup itu dinamis. harus selalu pindah. kita bertemu orang orang dan setiap orang memiliki kesan tersendiri. em, gimana ya? gini deh. sebenernya masalah nyaman ga nyaman, enak ga enak, cukup tidak cukup, mau tidak mau, itu semua masalah perasaan kan? ya, terkadang kita harus bisa membolak balik hati ini. mengikhlaskan yang harus ditinggalkan dan menerima yang baru. contohnya kayak, ya udah terbiasa keadaan di rumah lalu harus ngekos. gitu sih, hidup butuh perubahan supaya kita juga berubah. perubahan itu proses, dan kita butuh proses. untuk menjadi yang lebih baik tentunya.

well, 21 Juli, selamat tahun ketiga Rantai Emas. semoga tetap merantai walau merantau. terimakasih telah menjadi partner yang baik selama tiga tahun ini. yang cuba, yang cisi, yang aneh, yang freak, yang bener, yang semua muanya.

partner yang baik membuat kita tetap menari walau musiknya telah berhenti. gue tau, tiga tahun kemarin itu musik yang lumayan lama. tapi sekarang sudah saatnya musik berganti. mungkin udah saatnya juga partner kita berganti. tapi gue harap kita masih menari, walau musik kita berhenti dan berganti, walau partner kita berganti. menari dengan cara kita sendiri. dan memori itu tetap ada di hati kan? ya, tidak ada yang hilang dari hati. mungkin tidak ada secara fisik atau psikologis. tapi tetap selalu ada memori kan?


kecuali kalo amnesia dan alzheimer. beda kasus.

he.

sorry no pic. edit lagi lain kali. he.     

No comments:

Post a Comment