Saturday, July 12, 2014

hujan

menurutmu apa arti hujan?

apakah hanya tetesan air yang jatuh ke bumi?
apakah sesuatu yang menghalangi rutinitas?
apakah ia selingan di antara sesaknya dunia? 
apakah hanya fenomena alam biasa?

atau kamu punya definisi sendiri?

entahlah. 

bagi saya, hujan berarti penerimaan, kejujuran, penundukkan.

bagi saya, hujan selalu membuat jujur tentang apa yang dirasakan, tentang apa yang berusaha tidak dirasakan selama ini.

ya, seperti membuka kotak berdebu yang kamu simpan di tempat yang tidak dapat kamu jangkau. membuka kotak yang sengaja kamu simpan jauh jauh agar kamu tidak tergoda untuk membukanya. 

bagi saya, hujan selalu membawa damai. menundukkan alter ego dalam diri saya. membuat saya larut dalam setiap rintiknya. 

bagi saya, hujan merupakan titik yang tepat untuk merasa lelah. ketika helaan nafas tidak perlu lagi ditahan. ketika kamu cuma memandang ke depan dengan jutaan pikiran di kepala, orang lain pikir kamu cuma memandang hujan. mereka tidak bertanya, sehingga kamu tidak perlu banyak menjelaskan. 

bagi saya, hujan merupakan simbol penerimaan dan keikhlasan. 

coba bayangkan, sekarang kamu menjadi awan. pernahkah kamu berpikir, berapa lama awan terbentuk? berapa lama ia harus berada di bawah teriknya matahari? mengumpulkan titik demi titik uap air. lalu berapa lama ia harus menampungnya? berat membawa kumpulan uap air. belum lagi ia rela ditiup angin kesana kemari. lalu di tempat yang sudah ditentukan akhirnya ia harus melepaskan titik titik uap air yang sudah ia kumpulkan sejak lama dibawah terik matahari kemudian ia bawa dengan segenap tenaga searah dengan tiupan angin. pada akhirnya, ia harus melepaskan semua usahanya yang sulit itu bukan?

pernahkah kamu berpikir bahwa sebenarnya awan punya tujuan sendiri untuk menurunkan hujan? pernahkah awan mengeluh tentang betapa beratnya uap air yang ia bawa? betapa lama uap air berkumpul? kenapa pula ia harus mengumpulkan air yang ada di bumi jika pada akhirnya ia harus mengembalikannya lagi ke bumi? kenapa pula dia harus mengikuti arah angin? bagaimana kalau sekalian saja diturunkan di laut? tidak perlu capek capek menunggu angin bertiup, tidak perlu berat berat membawa uap air kesana kemari. 

bukankah setiap sesuatunya di dunia diciptakan dengan suatu tujuan?

hujan diciptakan dengan tujuannya sendiri. hujan mencapai tujuannya dengan caranya sendiri. karena hujan punya takdirnya sendiri. 

begitu pun kita. diciptakan dengan tujuan sendiri, harus mencapai tujuan dengan cara sendiri, karena kita punya takdir kita sendiri. 

katanya dalam hidup segalanya sudah diatur. tetapi karena kita belum tahu seperti apa "yang sudah diatur" maka itulah gunanya usaha dan kepantasan. menemukan yang harus ditemukan. 


satu lagi, 

selain penerimaan yang baik, hujan juga mengajarkan untuk melepas dengan indah bukan?
  

No comments:

Post a Comment