Monday, July 14, 2014

(maybe) there's no fault in our stars

ever you thought that maybe there's no fault in our stars?

no fault doesn't mean perfection. but, it's about fault which is understood beautifully. 

memang tidak ada yang sempurna, cuma tidak semuanya buruk bukan? karena tidak sempurna bukan berarti buruk, dan kesempurnaan bukan berarti baik. 

sometimes, fault makes you perfect. kesalahan lah yang membuat kamu sempurna, sebagai manusia. 

kesalahan itu wajar, ketidaksempurnaan itu wajar, itu manusiawi. kalau tidak punya kesalahan bagaimana kamu akan bisa hidup? bagaimana kamu bisa belajar dan menjadi versi yang lebih baik dari diri kamu yang sekarang?

katanya setiap manusia diciptakan untuk mengisi kekosongan. lantas jika kamu tidak punya kekosongan, jika kamu sempurna secara total, bagaimana orang lain akan mengisi hidup kamu? mengisi kekosongan kamu? jangan dipikir manusia hanya ingin diisi kekosongannya, dipahami kesalahannya. bukankah manusia juga butuh mengisi? bukankah manusia punya kebutuhan untuk merasa diperlukan? karena itulah manusia diciptakan dengan kekosongannya masing masing. lack of life. agar bisa saling mengisi. ibaratnya manusia adalah potongan puzzle, bukankah harus ada bagian yang menonjol keluar dan cekung ke dalam agar bisa terpasang dengan baik? tidak ada yang sempurna, tapi bukankah yang menciptakan kita adalah Dia Yang Maha Sempurna? bukankah dia yang paling tahu kebutuhan kita? maka Dia berikan segala kelebihan dan kekurangan untuk kita agar kita bertemu dan dipertemukan dengan orang orang yang bisa mengisi kekosongan kita dan kita isi kekosongannya. kita tutupi kekurangannya dan mereka menutupi kekurangan kita. 

bayangkan kalau bentuk semua puzzle adalah lingkaran? bagaimana mereka akan mengisi satu sama lain kemudian membentuk gambar yang dimaksud? bukannya tidak bisa, tapi pasti akan sulit. semua bagian akan memaksakan sudut sudutnya yang berlawanan dengan bagian lain. gambar yang dimaksud tidak akan terbentuk. bukankah lebih mudah dengan segala cekungan dan lengkungan ke luar? lebih mudah untuk mengenali bentuknya dan menyusun puzzle puzzle tersebut menjadi satu bagian yang utuh. 

mungkin tidak ada yang salah dengan takdir. yang salah adalah kurangnya pemahaman yang baik. yang salah adalah kurangnya sikap menerima. yang salah adalah ketika kita berbuat kesalahan lalu tidak memperbaikinya. 

mungkin takdir seperti air. tidak bisa memilih jalannya. mungkin lewat bawah tanah, danau, sungai, bahkan parit parit di sekitar rumah. tapi bukankah setiap tetes air akan bermuara di lautan? jadi percayalah, kita pun pada akhirnya akan bermuara ke "lautan". bagaimanapun caranya. bedanya hanya manusia dapat memilih caranya, tindakannya, dan bagaimana manusia bisa mencapai "lautan tersebut. ya, kita pasti bermuara ke muara yang sama. yakinlah. itulah kata Dia Yang Maha Mengatur kehidupan. 

 maybe there's no fault in our stars. 

jika kamu bisa melihat apa yang tidak terlihat. jika kamu bisa membaca apa yang tidak terlihat. jika kamu bisa memahami apa yang kamu lihat dan kamu baca. bukankah manusia lebih sering melihat apa yang ingin mereka lihat dan mendengar apa yang mereka ingin dengar? mengubah jalan cerita, memanipulasi keadaan, hanya agar semuanya terasa lebih baik. padahal kenyataannya jauh dari apa yang mereka ingin lihat dan ingin dengar. ya, terkadang manusia bisa begitu manipulatif demi menyelamatkan perasaannya sendiri. 

bersabarlah. menerima kenyataan memang tidak pernah mudah. melanjutkan hidup setelah menerima keadaan juga tidak semudah kembali berjalan setelah kamu jatuh di tengah jalan. tapi setidaknya pemahaman yang baik akan menghasilkan tindakan yang baik. tidak manipulatif dan menipu diri sendiri. 


No comments:

Post a Comment