Thursday, November 20, 2014

Kamu diam, lalu bosan dengan kesunyian
Kamu mencari dan ada bagian dalam diri yang rindu akan pertanyaan
Kamu menggali, namun tak ada sepotong pun pertanyaan
Yang kamu temukan hanya keinginan akan jawaban tanpa adanya suatu pertanyaan

Kamu memaksa semesta menjawab, memaksa semesta memberikan sebuah jawaban tanpa adanya pertanyaan
Semesta hanya diam, menatap padamu yang sedang merana
Kamu kembali menatap semesta, setengah memaksa karena tanpa jawaban sama dengan kekosongan
Semesta kembali diam, menggeleng lemah, menatapmu setengah bingung setengah kasihan 
Jawaban macam apa yang muncul tanpa pertanyaan?

Kamu diam, sejenak berpikir, kemudian kembali menggali hati dan ada sesuatu yang mendesak dari dalam diri

Kamu butuh jawaban

Lantas kamu merobek sunyi, mencabik-cabik waktu, namun yang kamu temukan hanya kekosongan
Kekosongan yang mematikan rasa, membutakan dan menulikan semua indera

“Baiklah, jika tidak ada jawaban maka akan kucari pertanyaan”, pikirmu
Kamu kembali menggali diri dan yang kamu temukan lagi-lagi kekosongan

Kamu heran, Kemana perginya komponen-komponen penyusun diri? Hilang kemana?
Ketika kamu merasa bahwa kamu bukan dirimu lagi, lalu bagaimana? Lalu apa?
Bagaimana bisa bagian dari dirimu pergi meninggalkan kamu tanpa pemberitahuan? Tanpa kamu perlu memutuskan? 

Kamu kembali diam, lalu bosan dengan kesunyian

Kamu memutuskan pergi, bertemankan kekosongan, bermodalkan kehampaan
Mencari jawaban tanpa pertanyaan
Mencari potongan-potongan yang mungkin tertinggal di belakang

Kamu memutuskan pergi dalam pencarian

Pencarian untuk mencari dirimu sendiri yang telah hilang 

No comments:

Post a Comment