Tuesday, March 3, 2015

alasan dan kepastian

Beberapa hari yang lalu sudah setengah purnama diluar, terlihat kah?
Bulannya cantik, tertutupi awan, tak jelas bentuknya namun terang sinarnya
Malam ini hujan, tidak tampak baik bentuk maupun sinarnya
Tidak terlihat bukan berati tidak ada bukan? Kamu tahu persis itu

Dia menciptakan kita dengan alasan, kamu tahu persis itu
Dan mereka yang sedang kehilangan arah malam ini adalah mereka yang sedang kehilangan alasannya

Dari sejuta alasan yang ada, manusia hanya menganggap beberapa alasan saja yang masuk akal untuk menjadi alasan mereka harus bertahan di dunia

Beberapa dari yang beragama selalu menjadikan Yang Maha Segalanya sebagai alasannya 
Beberapa menjadikan surga dan neraka sebagai alasannya
Beberapa menjadikan orang-orang  yang mereka cintai sebagai alasannya
Beberapa menjadikan cita-cita dan target hidup sebagai alasannya
Beberapa lagi bahkan menjadikan balas dendam dan rasa benci sebagai alasannya

Ada jutaan lagi alasan mengapa Dia menciptakan kita dan mengapa kita harus ada di dunia
 Mungkin milyaran
Mungkin triliunan
Mungkin tak hingga

Ketika hanya harus menemukan beberapa mengapa terasa sangat sulit mencarinya di antara tak hingga alasan tersebut?

Apa karena manusia hanya sibuk bertanya dan meminta tanpa mau mencari jawabannya?
Apa karena manusia menganggap hidup ini hanya omong kosong waktu saja yang akhirnya akan berakhir pada kematian?
Atau karena menduga dan membuat persepsi sendiri terlalu melelahkan dan manusia merindukan kepastian?

Padahal belum tentu setiap kepastian itu menyenangkan dan menenangkan

Kamu pikir apa yang akan manusia lakukan ketika mereka mengetahui tanggal kematiannya dan tanggal kematian orang-orang di sekitarnya?
Kamu pikir apa yang akan manusia lakukan ketika mereka mengetahui orang yang mereka cintai dan mereka kira cinta mereka, ternyata tidak mencintainya?
Kamu pikir apa yang akan manusia lakukan ketika kamu mengetahui masa depan mereka secara pasti, baik pekerjaannya,  dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupannya?

Tidak menenangkan dan menyenangkan.

Sulit bukan?

Ketika dua-duanya terlalu melelahkan. Berharap yang tidak pasti namun juga merindukan kepastian di saat yang bersamaan.

Manusia berdoa agar diberi jalan yang lurus namun terlalu banyak yang menjadi pengecut untuk berjalan di atasnya. Kemudian menjadikan dirinya sendiri penghalang dari mimpi-mimpinya, dari kabar baik yang seharusnya sampai kepadanya.

Manusia mungkin terlalu berpikiran sempit
Terlalu mudah putus asa
Merasa tidak pantas merasakan sakit dan merasa pantas mendapatkan senang
Sedikit saja dijatuhkan maka membenci sesuatu yang menjatuhkannya, bahkan beberapa sampai tahapan membenci Yang Menciptakannya
Terlalu menganggap berlebihan

Dia menciptakan kita dengan alasan, kamu tahu persis itu
Dan mereka yang sedang kehilangan arah malam ini adalah mereka yang sedang kehilangan alasannya

Aku tidak kehilangan arah. Aku hanya sedang berpikir, menata pikiran kembali. Dan hati. Membulatkan tekad dan mengumpulkan keberanian. Meyakinkan dan menyugesti diri bahwa belum  ada kepastian dan semuanya bisa diubah. Asal berusaha dan berdoa. Ya, doa dan usaha bisa mengubah takdir bukan?

Ada banyak alasan jika mau mencari dan melihat
Ada banyak alasan untuk mengatakan Dia menyayangi makhlukNya
Ada banyak alasan untuk terus berbaik sangka



Terakhir,

Dia menciptakan kita dengan alasan, kamu tahu persis itu.